Tazkirah : Agar Do’a Makbul DAn di ijabah.!

37 View

Opera Timur – Pada suatu hari Saad bin Abi Waqqas bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, doakan aku
kepada Allah agar aku dijadikan Allah orang yang makbul doanya.” Rasulullah menjawab, “Hai
Saad, makanlah yang baik, (halal) tentu engkau menjadi orang yang makbul doanya.

Demi Allah
yang memegang jiwa Muhammad, sesungguhnya seorang yang pernah melemparkan sesuap
makanan haram ke dalam mulutnya (perutnya), maka tidaklah akan dikabulkan doanya selama
selama 40 hari. Siapa saja manusia yang dagingnya tumbuh dari makanan yang haram, maka
nerakalah yang berhak untuk orang itu.” (HR. Alhaafidh

Abubakar bin Mardawih dikutip oleh
Alhaafidh Ibnu Kathin dalam tafsirnya).
Sudah lelah rasanya berdoa dan memunajat, namun mengapa Allah tidak pula memperkenankan.

Permohonan dan permintaan tidak pula Dia kabulkan. Kadang kecewa dan putus asa bila
demikian adanya. Bahkan timbul penilaian, Allah telah ingkar janji dengan perkataan-Nya sendiri.
Padahal Dia telah menyatakan, “Ud’uunii astajiblakum”, berdoalah kepada-Ku, niscaya Kukabulkan. Tapi mana buktinya!
Inilah ucapan orang-orang yang tidak pernah mempelajari Al-Qur’an dan Al Hadits. Mereka tidak
mengerti bahwa berdoa itu tidak dikerjakan secara sembrono dan sembarangan, tetapi perlu adabadab dan syarat-syarat tertentu. Mereka menganggap berdoa itu pekerjaan yang sepele dan
gampang. Sehingga mereka sering meremehkan dan akibatnya doa tak pernah terkabulkan.

Kemudian timbul persangkaan buruk kepada Allah.
Jadi, apa yang menyebabkan doa tidak dikabulkan? banyak hal yang menyebabkan permohonan
dan permintaan tidak dikabulkan? Banyak hal yang menyebabkan permohonan dan permintaan
tidak diperkenankan Allah. Sudahkan kita menghindari perut kita dari makanan dan minuman yang
diharamkan Allah? Bila masih tatap saja perut kita terisi dengan hal-hal yang haram, tentulah doa
yang kita panjatkan tak pernah Allah kabulkan.
Sesuap makanan saja, akan mengakibatkan doa kita selama 40 hari tidak terkabul, apabila bila
makanan haram yang masuk ke perut kita lebih dari sesuap bahkan berkali-kali sehingga tak
terhitung lagi, sudah tentu sampai matipun kita berdoa, Allah tak akan mengabulkannya.
Untuk itu agar doa dikabulkan Allah, perlu pengetahuan dalam tata cara berdoa yang diberitakan
Rasulullah. Bagaimana sunnahnya agar permohonan dan permintaan diperkenankan.

Langkah pertama, hindari perut dari kemasukan barang-barang haram. Jangan sampai sesuap
pun makanan haram yang kita telan. Jangan setegukpun minuman haram yang kita minum.
Selektiflah dalam memilih makanan, yang meragukan sebaiknya ditinggalkan. Pilih saja makanan
atau minuman yang benar-benar halal dan baik. Allah berfirman, “Hai sekalian manusia, makanlah
yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkahlangkah syetan, karena sesungguhnya syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. alBaqarah : 168)

Memakan makanan yang halal dan baik merupakan salah satu bentuk dari ketaatan kita kepada
Allah dalam memenuhi segala perintah-Nya. Bila kita selalu taat kepada Allah dan dalam
2
mengarungi kehidupan ini senantiasa berada dalam kebenaran, tentulah segala apa yang kita
mohon, kita panjatkan, dan kita minta pastilah Allah akan mengabulkannya.

“Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepadaku maka hendaklah
mereka itu memenuhi segala perintahKu dan hendaklah mereka berikan kepadaKu, agar mereka
selalu berada dalam kebenaran.” (QS. al-Baqarah :186)

Langkah kedua, Karena doa ini pekerjaan yang agung dan sangat utama, sebagai inti ibadah,
maka dalam pelaksanaannya harus khusyu’dan serius tidak dengan main-main. Usahakan dalam
berdoa ini dengan penuh keyakinan, penuh harap dan rasa takut. Merendahkan diri dengan suara
yang lirih, tenang, tidak tergesa-gesa, dengan keimanan, dan tahu akan hakikat yang diminta.
Allah telah menyatakan,
“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendah diri dan suara yang lembut ..” (QS. al-A’raf : 55)

Langkah ketiga, mengetahui waktu-waktu doa dikabulkan. Walaupun berdoa ini bisa dilakukan
sembarang waktu, namun ada waktu-waktu yang memang disunnahkan. Insya Allah pada waktuwaktu ini segala doa akan diperkenankan dan dikabulkan.

Ditengah malam yang sunyi dimana orang-orang terlelap dengan tidurnya, ditemani mimpi-mimpi,
kita terjaga, berdiri, ruku’, sujud, dan memunajat kepada-Nya dengan penuh kekhusyukan dan
penuh harap, tentulah Allah akan mendengar dan memperkenankan ratapan, permintaan, dan
permohonan kita.

Di akhir-akhir shalat fardhu, di waktu tahiyyat akhir (sebelum), adalah waktu-waktu yang sangat
tepat untuk berdoa. Doa apa saja, yang mengarah pada kebaikan, tentu Allah akan
mengabulkannya. Rasulullah SAW ditanya, “Pada waktu apa doa manusia lebih didengar Allah?”
Lalu Rasulullah menjawab, “Pada tengah malam, pada akhir tiap shalat fardhu.” (Mashabih
Assunah).

Selain tengah malam dan akhir shalat fardhu, ada juga waktu-waktu yang dimakbulkan doanya
sudah tidak diragukan lagi, dan ini pun merupakan sunnah-sunnah Rasulullah SAW. Seperti di
sepertiga malam sampai fajar, diantara adzan dan iqamat, di waktu sujud, di bulan Ramadhan, dan
di malam lailatul qadar.

Langkah keempat, orang-orang tertentu yang dikabulkan doanya. Walaupun setiap orang yang
berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh dan memenuhi persyaratan-persyaratannya akan
dikabulkan, namun ada orang yang doanya dijamin diperkenankan Allah.

Setiap ratapan doanya
didengar dan dikabulkan. Segala permintaan dan permohonannya mesti diberikan tanpa
terkecuali. Allah ridha kepada mereka dan begitu menaruh perhatian yang sangat. Allah
istimewakan mereka, karena pengorbanan dan pengabdiannya yang tiada tara, akhlak yang mulia
dan juga ketabahannya dalam menapaki kebenaran.
Allah istimewakan kedua orang tua yang mengasuh,

mendidik, dan menafkahi anaknya dengan
penuh kasih sayang. Mereka bimbing anaknya menuju jalan yang diridhai Allah, sampai usia anak
dewasa. Orang tua seperti inilah yang segala permintaan dan permohonannya dikabulkan.

3
Musafir yang bepergian untuk maksud baik dan tujuan mulia, orang yang menolong orang lain
yang dalam kesempitan, seorang muslim yang mendoakan teman-temannya yang tidak hadir, dan
orang shalih, doanya akan diperkenankan dan dikabulkan Allah SWT. Seperti halnya orang tua
yang mangasuh anaknya tadi.

Di samping orang-orang yang telah disebut di atas yang dikabulkan doanya, ada juga doa orangorang yang diangkat Allah ke atas awan, dibukakan pintu langit, dan Allah tidak menolak doanya,

yaitu orang yang berpuasa sampai dia berbuka, penguasa yang adil dan orang yang teraniaya.
“Ada tiga orang yang tidak ditolak doa mereka: orang yang berpuasa sampai dia berbuka, seorang
penguasa yang adil, dan doa orang yang teraniaya. Doa mereka diangkat Allah ke atas awan dan
dibukakan baginya pintu langit dan Allah bertitah,

‘Demi keperkasaan-Ku, Aku akan
memenangkanmu (menolongmu) meskipun tidak segera.” (HR. Attirmidzi)
Dari rangkaian ulasan tentang doa di atas, nyatalah bahwa berdoa itu tidak sembarangan dan
main-main,

Tapi memerlukan syarat-syarat yang harus dipenuhi, sehingga janji-janji Allah yang
akan mengabulkan doa-doa hamba-Nya akan menjadi kenyataan.

namun harus diingat bahwa
Allah dalam mengabulkan doa seseorang hamba, ada yang langsung terkabul di dunia, ada yang
ditabung sampai di akhirat, dan ada pula diganti dengan mencegahnya dari bencana.

“Tiada seorang berdoa kepada Allah dengan suatu doa, kecuali dikabulkan-Nya dan dia
memperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan
(ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana)
yang serupa.” (HR. Atthabrani) [jnd]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *