Anak bertanta kepada orang tuanya

Seorang anak bertanya kepada ibunya : Ibu, mengapa kita miskin? Ibu: Dengan tenang sang ibu Menjawab!

6 View

Opera Timur – Ibu: Nak, hidup ini seperti jalan2 di Supermarket. Semua orang boleh memilih dan membawa barang apa saja yang ia inginkan.

Siapa yang membawa sepotong roti, maka ia harus membayar seharga sepotong roti.
Siapa yang membawa tiga potong roti, iapun harus membayar tiga potong roti.

Sementara kita tak mungkin membawa apa2. Karena tak punya uang untuk membelinya.
Dipintu kasirpun kita tak akan diperiksa, dibiarkan jalan begitu saja.

Begitu pula kelak di Hari Kiamat Nak.

Saat orang-orang kaya antri menjalani pemeriksaan untuk dimintai pertanggung jawaban.

Saat orang-orang kaya ditanya tentang
Darimana hartanya mereka peroleh?
Dan kemana hartanya mereka gunakan?

Kita dibiarkan terus berjalan tanpa beban.
Lebih enak bukan!
Apakah engkau masih juga belum bisa menerima?.

Anakku
Jika kita memang ditakdirkan menjadi orang miskin.

BERSABARLAH SEJENAK,
Karena setelah kematian, kemiskinan itu akan sirna.

BERPIKIRLAH POSITIF,
Barangkali, jika kita kaya belum tentu bisa lebih bertakwa.

Mungkin juga, dengan kemiskinan kita akan lebih mudah meraih Ridho-NYA.

JANGAN PERNAH MINDER
Karena kaya dan miskin bukanlah ukuran Mulia dan Hinanya manusia.

Tetaplah berprasangka baik pada ALLAH Subhanahu Wa Ta’ala.

Singkirkan rasa iri, cemburu & buanglah tanda tanya,

Tentang Kehendak-NYA Pembagi Nikmat.

Mungkin jatah yang buat kita masih tersimpan di SURGA.

Menunggu kita Siap Menerimanya.

Ingatlah “Sesungguhnya kekayaan itu bukan terletak pada banyaknya harta benda, Tapi pada Hati dan ketenangan jiwa”.

Mudah mudahan bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

( berbagilah rezeki dan perbanyaklah sedekah karena boleh jadi dg perbuatan itulah yg kelak bisa menghantarkanmu ke rahmat ALLAH dan jannah. [fb]

NB: Jika menurut kalian artikel ini bermanfaat silahkan share ke media sosial kalian,  terimaksih semoga bermanfaat, amien…

Leave a Reply

Your email address will not be published.