Prabowo di sebut kaji manfaat proyej jet tempur KFX/IFX)

Jakarta- Wakil Menteri Pertahanan Wahyu Sakti Trenggono mengatakan pihaknya tengah mengkaji urgensi proyek pesawat tempur hasil kerja sama Indonesia dan Korea Selatan, Korean Fighter Xperiment/Indonesia Fighter Xperiment (KFX/IFX)

“Khusus KFX/IFX itu kita sedang dalami lah, kita pelajari. Sebetulnya manfaatnya kita dapat apa juga? Itu kan penting. Karena itu kan teknologi tinggi,” kata Trenggono di Kompleks Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (5/11).

Lagi pula, kata dia, pengadaan pesawat tempur berteknologi tinggi ini tak bisa sembarangan karena terkait pendanaan dan kemampuannya.

“Pesawat tempur itu tidak sembarangan juga. Nah, [pertimbangan] di level mana kita nanti dan kita sampai punya kemampuan seperti apa, itu juga, karena nilainya mahal. Sampai US$2 miliar lho,” tuturnya.

Ditambahkannya, Menteri Pertahanan Prabowo juga masih mengkaji proyek ini secara mendalam.

Iya [Prabowo masih kaji]. [Soal kelanjutannya] belum bisa menjawab saya, karena perlu kajian dulu. Nanti kalau saya jawab kalian ini apa namanya, dilanjutkan atau dihentikan, heboh lagi. Masih dikaji dulu,” kata dia.

Proyek pengembangan pesawat tempur KFX/IFX ini pernah tertunda pada 2009. Pada 7 Januri 2016, Indonesia dan Korea Selatan menandatangani cost share agreement.

Menteri Pertahanan sebelumnya, Ryamizard Ryacudu, sempat mengungkapkan Indonesia belum membayar 20 persen dari total biaya pengerjaan KF-X/IF-X fase kedua seperti yang telah disepakati dalam kontrak, yakni Rp18 triliun atau 1,65 triliun won (US$1,3 miliar).
S80 persen sisanya ditanggung pemerintah Korsel. Total dana yang dikeluarkan kedua negara untuk penggarapan fase kedua ini sebanyak 8,6 triliun won.

Diketahui, ada tiga fase pembuatan KF-X/IF-X, yaitu pengembangan teknologi atau pengembangan konsep (technology development), pengembangan rekayasa manufaktur atau pengembangan prototipe (engineering manufacturing development), dan terakhir proses produksi massal.

Direncanakan, pada 2020 pesawat tempur tersebut sudah bisa diproduksi, dan pada 2025 diharapkan sudah bisa beroperasi. [ CNN ]

Tinggalkan komentar