Bagaimana Narasi Virus Corona dalam Media Keislaman Populer Indonesia?
islami.co

Bagaimana Narasi Virus Corona dalam Media Keislaman Populer Indonesia?

94 View

BincangSyariah dan Islami

Membicarakan kedua web ini bisa jadi memiliki kesan berbeda karena saya pribadi sedikit banyak sedikit berkontribusi di web ini. Namun, hanya di bincangsyariah saya yang terlibat dalam redaksi dan ikut mengetahui keputusan-keputusan yang diambil di dalamnya. Bisa dikatakan memiliki umur yang paling muda dibandingkan yang lainnya. Bincangsyariah dirilis di tahun 2015. Sementara islami.co di tahun 2012.

Islami.co didirikan oleh Muhammad Syafi’ Alielha atau lebih dikenal dengan Savic Ali, sosok yang ikut membidani berdirinya website NU Online (nu.or.id). Hingga saat ini, sosok yang pernah menjadi aktivis ’98 ini juga masih tetap memimpin NU Online sambil mengembangkan Islami.co. Kami pernah mendengar sendiri dari beliau bahwa, pendirian islami.co ini didirikan sebagai upaya untuk menyampaikan narasi Islam yang menolak provokasi dan kebencian yang belakangan merebak di kalangan umat Islam, namun tidak membawa atribusi Ormas. Ini penting khususnya jika ingin menyentuh masyarakat perkotaan dan anak muda saat ini. Karena pernah ada riset, misalnya yang dilakukan oleh lembaga Alvara, bahwa masyarakat Jakarta jika ditanya praktik keagamaan, rata-rata masih akan mengatakan praktiknya Aswaja atau NU, secara sederhana misalnya mempraktikan Tahlilan dan berdoa bersama. Tapi, kalau ditanya apakah berorganisasi NU atau tidak, angkanya bisa turun drastis.

Islami.co berusaha masuk ke ceruk itu. Seperti tertulis dalam profilnya, “Digawangi oleh anak-anak muda lulusan pesantren, islami.co adalah bentuk counter-hegemony atas web-web yang sarat provokasi tersebut, sehingga bisa meneguhkan Islam sebagai agama yang bukan hanya rahmat bagi pemeluknya, tapi juga umat manusia pada umumnya.” Islami.co punya nama redaksi yang jelas, dipimpin langsung oleh mas Savic Ali sebanyak 4 orang, dua orang Videografis, dua orang tim IT, dan satu bagian Manajemen.

Dalam persoalan Corona, Islami cukup banyak menulis tentang persoalan Corona dan kaitannya dengan persoalan hukum atau sejarah hingga berita yang terkait dengan keislaman seperti Arab Saudi Hentikan Shalat Jamaah Sementara kecuali di Masjidil Haram dan Nabawi. Artikel sejarah “Sahabat-Sahabat Nabi yang Wafat Karena Wabah” adalah artikel terbarunya.

Yang menjadi ciri khas dari Islami.co juga rajin melakukan counter atau kritik terhadap sejumlah perilaku muslimin. Misalnya, Islami.co mengangkat tulisan “Cara Aneh Jamaah Tabligh Melawan Virus Corona” sampai “Fenomena Muslim Anti-Sains dalam Pusaran Pandemi Corona”. Islami juga merilis tentang hadis-hadis palsu yang digunakan pada chat-chat yang diviralkan di sosial media atau aplikasi pesan seperti Whatsapp tentang memakmurkan masjid di tengah arahan pemerintah bersama MUI misalnya untuk menunda pelaksanaan shalat jumat. Islami memilih pandangan untuk menunda shalat jumat sementara dan menjelaskan kalau itu sudah sesuai tuntunan agama. Beberapa pakar dikutip dalam persoalan ini, misalnya Quraish Shihab hingga Majelis Fatwa Mesir.

Leave a Reply

Your email address will not be published.