Kolaborasi Duta Bangsa-ESQ: Membangun Rumah Besar Indonesia

31 View

Opera Timur – JIKA Indonesia diibaratkan sebuah rumah, maka atap rumah itu adalah intelektualitas. Tiangnya adalah soft-skill dan hard skill. Sementara fondasinya adalah spiritualitas dan karakter.

Begitulah analogi Dr. (HC) Ari Ginandjar Agustian, Founder ESQ saat menyampaikan sambutan di acara Launching Kolaborasi Duta Bangsa dan ESQ.

Saya diajak oleh salah seorang anggota Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ pada peluncuran program kolaborasi tersebut.

Benar saja acara yang digelar di Gedung Bank Mega Syariah, berlangsung sederhana tapi mengesankan. Apalagi ada sesi motivation sharing dari Staf Khusus Presiden paling milenial, Putri Tanjung. Presentasinya memukau dan menginspirasi tapi sayang waktunya sebentar.

Kembali ke poin rumah besar Indonesia. Sejak masa kemerdekaan hingga sekarang, bangsa Indonesia terus membangun atap rumah tapi sering melupakan membangun tiang apalagi fondasinya.

Indonesia terus menerus dijejali aspek kecerdasan kognitifnya mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Menafikan kedua kecerdesan lain yaitu kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual.

Kolaborasi sejatinya merupakan spirit gotong royong yang diletakan sebagai sebuah nilai (value) dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kolaborasi Duta Bangsa dan ESQ merupakan langkah konkret yang spiritnya satu frekuensi dengan pemerintah yaitu guna membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Bonus demografi dinilai menjadi peluang bagus untuk mempersiapkan SDM unggul. Tentu SDM unggul meringankan beban kerja menuju Indonesia maju.

Duta Bangsa adalah lembaga pendidikan non-formal yang didirikan oleh Anita R. Tanjung, istri dari tokoh kenamaan Chairul Tanjung (CT). Reputasi bisnis CT di Indonesia tidak diragukan lagi dan sukses menjadi salah satu perusahaan terbesar di Indonesia.

Duta Bangsa – jika meminjam analogi Dr. (HC) Ary Ginanjar Agustian – merupakan tiang rumah Indonesia. Duta Bangsa memberikan program-program pelatihan yang berkualitas mencakup soft skill dan hard skill. Namun titik tekan Duta Bangsa pada komponen soft skill dan siap menjadi tiang penopang kokohnya peradaban bangsa

Namun membangun tiang dan atap saja tidaklah cukup. Tiang dan atap rentan goyah dan rapuh tanpa disertai fondasi yang kuat menghujam mengakar kuat.

Fondasi itu adalah nilai-nilai spiritualitas dan karakter. ESQ menjadi lembaga pendidikan non-formal dengan yang mengembangkan kapabilitas manusia secara holistik.

Fokus ESQ menciptakan keseimbangan IQ, EQ, dan SQ yang mengintegrasikan compassion dan passion ke dalam pembelajaran modern, ilmu pengetahuan, dan teknologi.

Hal menarik dari ESQ adalah spiritualitas yang tidak tercerabut dari akar nasionalisme.

Spritualitas berada dalam satu tarikan nafas yang sama dengan komitmen kebangsaan sehingga mencintai Tuhannya juga mencintai bangsanya. Mencintai bangsanya berlandaskan cinta pada Tuhannya.

Kolaborasi Duta Bangsa dan ESQ merupakan bagian dari kerja kolektif anak bangsa guna membangun bangsa Indonesia.

Membangun atap, tiang, dan fondasi rumah besar Indonesia adalah tugas bersama segenap anak bangsa yang never stop ending process.

Tantangan dan zaman terus berubah dengan sangat cepat. Menyiapkan SDM unggul dan berintegritas tidak boleh lambat. Duta Bangsa-ESQ siap menyongsong masa depan cerah. [rmol]

Leave a Reply

Your email address will not be published.