Kisah terkabulnya doa orang tua wanita yatim

Kisah terkabulnya doa orang tua wanita yatim

14 View
Opera TimurAbu Al qasim Abdullah Bin Abu Al Faris Al Baghdadi berkata, aku mendengar Al qadhil Abu bakar Muhammad bin Abdul bagi bin Muhammad Al Bazzar Al Anshari berkata, dahulu aku hidup di suatu tempat yang berdampingan dengan Kota Mekah daerah yang dijaga Allah Pada suatu hari aku merasa sangat lapar namun aku tidak memiliki sesuatu pun yang dapat aku makan untuk mengganjal perut ku.

lalu aku mendapatkan satu kantong yang terbuat dari kain kantong itu diikat dengan tali yang juga terbuat dari kain maka aku mengambil kantong itu dan membawanya ke rumahku lalu aku membukanya dan aku mendapatkan di dalamnya 1 kalung yang terbuat dari mutiara atau sesuatu yang terlihat seperti mutiara.

saat aku keluar rumah aku mendapatkan seorang tua yang berseru orang tua itu membawa 1 kantong yang berisikan 500 Dinar emas ia berkata ta kantong ini adalah hadiah bagi orang yang mengembalikan kepada kami 1 buntalan kain yang di dalamnya terdapat batu mutiara maka aku berkata kepada diriku sendiri aku sedang membutuhkan dan sedang dalam keadaan lapar alangkah baiknya jika aku mengambil 500 Dinar emas itu lalu memanfaatkannya nya dan mengembalikan kepadanya buntalan kain tersebut.

lalu aku berkata kepada orang tua tadi ikutlah bersamaku kemudian aku membawanya ke rumahku orang tua itu memberikan kepadaku tanda buntalan kain tersebut tanda ikatannya tanda mutiara dan jumlahnya serta tanda benang yang digunakan untuk mengikat mutiara itu maka aku pun mengeluarkan buntalan kain tersebut dan memberikan kepadanya kemudian orang tua itu memberikan kepadaku 500 Dinar emas sebagaimana janjinya akan tetapi aku tidak mengambilnya aku mengatakan kepadanya sudah merupakan kewajiban ku untuk mengembalikannya kepadamu dan aku tidak akan mengambilnya darimu sebagai upah.

orang tua itu berkata kepadaku engkau harus mengambilnya ia terus meminta aku untuk mengambilnya namun aku tetap menolaknya maka ia pun pergi meninggalkanku.

dan yang terjadi padaku selanjutnya Pada suatu hari aku keluar dari kota Mekah aku mengarungi lautan namun tiba-tiba perahu yang aku tumpangi hancur diterpa badai banyak manusia yang tenggelam harta-harta mereka hancur akan tetapi aku selamat dengan berpegang pada sepotong serpihan kapal aku terkatung-katung selama beberapa saat di tengah lautan, tidak tahu kemana harus pergi akhirnya terdampar di sebuah pulau yang dihuni oleh suatu kaum.

Kemudian aku menghampiri sebuah masjid dan beristirahat di masjid itu setelah penduduk pulau itu mendengarku membaca Alquran maka tidak seorangpun dari penghuni pulau itu yang tidak datang kepadaku dan mengatakan ajarkanlah kepadaku Alquran.

aku pun mendapatkan banyak harta dari penduduk pulau itu Ketika aku melihat beberapa lembar mushaf di dalam masjid tersebut aku mengambilnya dan membacanya maka penduduk pulau itu berkata kepadaku apakah engkau dapat menulis aku menjawabnya ya. Mereka berkata ajarkanlah kepada kami cara menulis.

akhirnya mereka datang kepadaku dengan membawa anak-anak mereka baik yang masih kecil maupun yang sudah remaja dan aku mengajarkan kepada mereka tentang membaca dan menulis dari pekerjaan ini aku juga mendapatkan banyak harta dari mereka.

kemudian mereka mengatakan kepadaku kami memiliki seorang anak perempuan yatim ia memiliki banyak harta kami berharap engkau Sudi menikah dengannya namun aku menolak tawaran mereka akan tetapi mereka berkata engkau harus menikah dengannya mereka sangat mendesak ku hingga akhirnya aku menerima tawaran mereka.

setelah mereka membawanya ke padaku aku pun melihatnya aku mendapatkan kalu yang sama persis dengan milik orang tua yang pernah bertemu denganku dahulu, tergantung di lehernya pandanganku pun terpaku kepada kalung itu.

mereka pun berkata kepadaku wahai orang tua engkau telah menghancurkan hati perempuan yang tinggi ini dengan pandanganmu terhadap kalungnya dan tidak memandang wajahnya maka aku menceritakan kepada mereka tentang kisah kalau itu mereka pun menjerit dan melantunkan tahlil dan takbir dengan suara keras sehingga seluruh penduduk pulau itu dapat mendengarnya lalu aku bertanya apa yang terjadi dengan kalian.?

Mereka menjawab orang tua yang mengambil kalung itu darimu adalah ayah perempuan ini beliau pernah berkata tidak pernah aku mendapatkan di dunia ini seorang muslim pun kecuali orang yang mengembalikan kalung ini kepadaku beliau juga pernah berdoa

Ya Allah satukanlah Antara aku dan dia hingga aku dapat menikahkannya dengan putriku dan saat itu doa tersebut telah menjadi kenyataan.

Al qhadi Abu bakar Muhammad melanjutkan kisahnya kemudian aku hidup bersamanya selama beberapa tahun dan darinya aku mendapatkan 2 anak laki-laki lalu ia pun meninggal dan mewariskan kalung tersebut kepadaku serta kedua anakku kedua anakku pun meninggal dunia sehingga kalau itu menjadi milikku kemudian aku menjual kalung itu dengan harga 100.000 Dinar dan harta-harta yang kalian lihat bersamaku ini adalah sia-sia dari uang penjualan kalung itu 45. (*)

Semoga Bermanfaat :

(Buku 101 Kisah)

Leave a Reply

Your email address will not be published.