Kisah terkabulnya doa munazil bin Lahiq

Kisah terkabulnya doa munazil bin Lahiq

7 View

Opera Timur – Hasan bin Ali berkata ketika aku melaksanakan tawaf bersama ayahku di Satu Malam yang sangat gelap ketika mata telah tertidur dan suara-suara telah bening tiba-tiba ayahku mendengar satu suara merintih sedih suara itu berbunyi wahai dzat yang mengabulkan doa orang yang sedang dalam kesulitan ditengah malam yang gelap.

Wahai dzat yang menghilangkan bencana musibah dan penderitaan

hamba yang datang kepadamu di sekitar rumah ini telah tidur dan bangun

sedang engkau wahai dzat yang berdiri sendiri tidak pernah tidur berikanlah kepadaku kemurahanmu ampunan atas perbuatan-perbuatan dosa ku.

wahai dzat yang kepadanya seluruh makhluk menengadahkan tangannya seandainya maafmu tidak engkau berikan kepada orang-orang yang melampaui batas maka siapakah yang akan berbuat baik terhadap orang-orang yang berbuat maksiat dengan memuliakannya.

Hasan berkata kemudian ayah Ku berkata wahai anakku tidakkah engkau mendengar suara orang yang bertaubat dari dosa dosanya dan menyerahkan urusan kepada Tuhannya carilah dia Semoga engkau dapat membawanya kepada kami.

Hasan berkata maka akupun keluar mencarinya di sekitar Masjidil Haram, namun aku tidak mendapatkannya, hingga ketika aku tiba di makam Ibrahim aku melihatnya sedang melaksanakan salat lalu aku berkata jawablah panggilan anak paman Rasulullah maka ia mempercepat shalatnya dan pergi mengikutiku aku mendatangi ayahku dan mengatakan kepadanya inilah orang itu wahai ayahku.

ayah Ku berkata lalu apa perkaramu dan bagaimana kisah orang itu menjawab adakah kisah bagi orang yang hidupnya telah dihinakan oleh perbuatan dosa dosanya dan dibinasakan oleh keburukan-keburukan nya sedang ia tetap beriman di dalam lautan kesalahan dahulu aku adalah seorang pemuda yang suka bermain dan bersenang-senang aku tidak pernah menyadari keburukan dari perbuatanku itu.

Padahal ayahku selalu mengingatkan ku ia selalu berkata wahai anakku waspadalah terhadap hawa nafsu Pemuda dan akibat yang ditimbulkannya sesungguhnya Allah maha perkasa lagi maha pembalas perbuatan nista dan allah tidaklah jauh dari orang-orang yang zalim.

Akan tetapi setiap kali beliau menasehatiku aku selalu membalas dengan memukulnya hingga Pada suatu hari ketika beliau memaksakan diri untuk menasehatiku aku memeluknya dengan keras sehingga beliau bersumpah dan mengatakan demi Allah belum lagi beliau selesai mengucapkan kata-kata hanya Allah telah menurunkan kepadaku apa yang dikatakannya.

Hasan berkata kemudian ia membuka betisnya yang sebelah kanan dan kami melihatnya telah mengering orang itu melanjutkan sejak saat itu aku menetap di sisi-nya dan berkali-kali mengharap keridhaan nya dan taat kepadanya aku tidak pernah putus asa untuk meminta maaf kepadanya hingga akhirnya beliau meminta aku untuk membawanya ke tempat dimana beliau mendoakan aku dahulu.

ia melanjutkan kisahnya maka akupun membawanya dengan mengendarai unta yang umurnya telah mencapai 10 bulan aku berjalan mengikuti langkah unta itu hingga ketika kami tiba di suatu tempat yang bernama Arak aku melihat seekor burung yang terbang dari satu pohon burung itu menjatuhkan batu ke atas tadi sehingga kepalanya pecah,

dan Bunda pun mati begitu pula dengan ayahku aku mengubur mayat yang di tempat itu dan aku menjadi putus asa itulah perkara terbesar yang pernah aku alami dan itulah hal terbesar yang selama ini tidak pernah aku ketahui bahwa akan ada sedemikian dahsyatnya hukuman bagi orang-orang yang durhaka terhadap orang tua.

Hasan berkata ayah saya berkata kepadanya bergembiralah sesungguhnya telah datang kepadamu pertolongan dari allah kemudian ayah saya melaksanakan salat dua rakaat dan membuka betis orang itu dengan tangannya lalu mendoakan berkali-kali sehingga betis orang itu kembali seperti semula.

Al Hasan berkata kemudian ayah saya berkata kepada kami berdua takutlah kalian terhadap doa kedua orang tua sesungguhnya didalam doa keduanya ada keutamaan dan berkah serta kebinasaan dan bencana 49.

Leave a Reply

Your email address will not be published.