Dua Cara Tingkatkan Daya Tahan Tubuh dan untuk Mencegah Virus Corona,

Opera Timur – Jakarta – Berita mengenai masuknya virus corona ke Indonesia menggemparkan masyarakat. Banyak masyarakat yang khawatir terjangkit virus yang berasal dari Wuhan, China, ini. Virus corona menyerang orang yang daya tahan tubuhnya lemah.
Lantaran itu, menjaga daya tahan tubuh merupakan salah satu cara untuk mencegah virus corona memasuki tubuh kita. Sementara temulawak adalah salah satu tanaman yang memiliki khasiat untuk menjaga daya tahan tubuh.

Kandungan Kurkumin dalam temulawak sudah terbukti melalui banyak penelitian bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan liver. Manfaat tersebut didapatkan karena kurkumin memiliki fungsi antioksidan sehingga dapat memperlambat kerusakan sel dalam tubuh.

Daya tahan tubuh yang kuat dapat mencegah berbagai penyakit serta virus yang dapat menyerang tubuh. Virus corona juga tak akan bisa menembus tubuh yang memiliki sistem imun yang kuat.

Temulawak bisa dikonsumsi dengan berbagai macam bentuk seperti, jamu, kapsul, tablet, dan sebagainya. Seperti Sari Temulawak 85 Kaplet yang merupakan kaplet yang diproduksi menggunakan bahan baku temulawak dengan kualitas terbaik.

Lantaran itu Sari Temulawak Kaplet 85 sangat baik dikonsumsi setiap hari untuk meningkatkan imunitas tubuh, khususnya bagi yang sering kerja lembur, minum minuman beralkohol, dan beraktivitas berlebihan serta tidur larut malam.

Ada 2 jenis packaging Sari Temulawak 85 Kaplet, yaitu yang berisi 60 kaplet dan 200 kaplet dijual dengan harga terjangkau. Sari Temulawak 85 Kaplet bisa dibeli di Tokopedia, Shopee dan blibli.com. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi juga akun Instagram Sari Temulawak di @nanfengcdk. [dtk]

Untuk Mencegah Virus Corona

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Ini adalah cara mencegah virus corona, virus yang sekarang sedang diwaspadai warga dunia.

Sudah ada dua warga negara Indonesia (WNI) yang terjangkit COVID-19 di Indonesia. Warga perlu lebih menjaga diri tanpa harus panik.

Cara-cara berikut dihimpun detikcom dari pelbagai keterangan narasumber dan ahli hingga Senin (2/3/2020) malam.

Cara WHO

Pertama, imbauan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang kemudian disampaikan kembali oleh Gubernur Jakarta Anies Baswedan dalam panduan ‘Menjaga Lingkungan Kerja dari Risiko Penularan COVID19’

Ini adalah langkah-langkah pencegahan penularan virus corona menurut WHO:

– Jaga tempat kerja tetap bersih dan higienis
– Rutin cuci tangan secara bersih dan menyeluruh
– Terapkan etika bersin dan batuk yang benar
– Imbau kolega/kerabat yang sakit untuk beristirahat di rumah
– Perhatikan peringatan perjalanan (travel warning) dari pemerintah sebelum melakukan perjalanan dinas ke luar negeri

Jika COVID19 telah menyebar di lingkungan sekitar, mereka yang mengalami batuk/demam ringan harus tinggal di rumah
Upayakan untuk melakukan teleworking (mobile/remote working).
Saat COVID-19 mulai menyebar di lingkungan sekitar, otoritas kesehatan akan memberikan imbauan terkait penggunaan transportasi publik atau bepergian ke tempat ramai.

Imbauan agar senantiasa mencuci tangan usai beraktivitas di luar ruangan ini senantiasa ditekankan. Menjaga kebersihan memang perlu agar tubuh terhindar dari bahaya virus.

Cara CDC

Berikut ini juga merupakan langkah pencegahan virus Corona dikutip dari situs badan kesehatan Amerika Serikat, CDC (Centers for Disease Control and Prevention):

a. Cuci tangan dengan air dan sabun minimal 20 detik, atau pencuci tangan yang minimal mengandung 60 persen alkohol.
b. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang tidak dicuci
c. Hindari kontak dekat dengan orang yang sakit
d. Tinggal di rumah jika sedang sakit

Cara Kemenkes RI

Dikutip dari situs Kemenkes RI, berikut adalah cara pencegahan virus corona jenis baru:
– Sering cuci tangan pakai sabun
– Gunakan masker bila batuk atau pilek
– Konsumsi gizi seimbang, perbanyak sayur dan buah
– Hati-hati kontak dengan hewan
– Rajin olahraga dan istirahat cukup
– Jangan mengonsumsi daging yang tidak masak
– Bila batuk, pilek, dan sesak napas segera ke fasilitas kesehatan

Menkes Terawan mengatakan gaya hidup sehat dapat mencegah penularan virus corona. Dia berharap pola hidup sehat terus dilakukan oleh masyarakat.

“Kita sesuaikan ajalah gerakan masyarakat hidup sehat itu sudah sangat cukup untuk mencegah virus corona ini merebak. Selama itu terus digaungkan dengan baik cukup untuk mencegahnya,” kata Terawan di Balai Kota Depok, Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Senin (2/3/2020).

Pakai masker bila sakit

Bagi Anda yang sudah mengalami sakit, batuk, atau flu, maka gunakanlah masker. Ini untuk mencegah supaya virus yang Anda idap tidak menular ke orang lain ketika Anda batuk atau bersin, meski belum tentu virus itu corona.

Virus corona akan lebih mudah berjangkit ke tubuh yang lemah dan sakit. Jadi setiap orang hendaknya saling menjaga.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berkali-kali menjelaskan, masker hanya perlu dikenakan oleh orang yang sakit. Orang yang sehat tidak perlu menggunakan masker. Orang yang sehat lebih baik menghindari orang yang sudah sakit supaya tidak tertular.

“Tetap keputusannya dari WHO yang sakit yang pakai masker. Yang sehat nggak usah,” ujar Terawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2020).

Minum jamu

Kedua, ini adalah tips mencegah corona dari guru besar biologi molekuler dari Universitas Airlangga (Unair), Chaerul Anwar Nidom, yakni minum jamu tertentu supaya daya tahan tubuh tidak menurun sehingga mudah terserang corona. Tips ini kemudian disampaikan kembali oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) sebagai imbauan untuk warganya.

Menurut pendapat Chaerul Anwar Nidom yang belakangan dikutip Risma, penularan virus corona bisa dicegah menggunakan temulawak, jahe, dan kunyit.

“Jadi sebetulnya untuk menghadapi saat ini (virus Corona) yang sederhana untuk menekan badai sitokin ada yang namanya kurkumin itu terdapat pada jahe, kunyit, temulawak yang buat bumbu masak dan minuman segar itu yang bisa menghambat badai sitokin,” kata Chaerul saat berkunjung ke kantor Transmedia di Surabaya, Kamis (6/2/2020).

Guru Besar Unair Surabaya Prof Dr Mangestuti Agil mengajak masyarakat mengoptimalkan ‘empon-empon’, kata lain dari rempah-rempah itu, termasuk jahe, kunyit, dan temulawak.

Jangan tertipu obat palsu

Hingga saat ini, virus corona belum ada obatnya. Namun, banyak toko online di Indonesia menjual berbagai obat yang mengatas namakan ‘obat virus corona’. Ketua Pusat Kajian Kesehatan (Puskakes) UHAMKA M Bigwanto mengimbau masyarakat jangan mudah tertipu dengan obat seperti itu.

“Masyarakat nggak perlu panik dan jangan tertipu dengan iklan obat di online, karena sampai sekarang obat spesifik untuk COVID-19 belum ada,” ucap Bigwanto kepada detikcom, Senin (2/3/2020).

Untuk mencegah virus corona, Bigwanto mengajak masyarakat untuk implementasikan hidup bersih dan sehat. Hal itu bisa dilakukan dengan cara cuci tangan sebelum dan sesudah makan, perbanyak makan buah dan sayur, hingga hindari banyak bersentuhan dengan sesama manusia. [dtk]

Tinggalkan komentar