Cuitan Kerjaan Dinyinyiri, Stafsus Jokowi Billy Bela Diri

Cuitan Kerjaan Dinyinyiri, Stafsus Jokowi Billy Bela Diri.

40 View

Opera Timur – Staf Khusus (stafsus) milenial Presiden Joko Widodo (Jokowi), Papua Gracia Billy Mambrasar membela diri dari serangan-serangan netizen. Billy menegaskan bahwa stafsus milenial Presiden Jokowi tidak mengambil alih tugas lembaga manapun dan tidak mengerjakan satu hal saja.

Bukan tanpa sebab Billy membentengi dirinya. Hal itu berawal dari unggahannya melalui Twitter-nya @kitongbisa pada Jumat (29/11). Melalui akun @kitongbisa, Billy mencuit dan mengunggah foto bersama para stafsus milenial lainnya yang duduk melingkari meja di dalam ruangan.

“Kerja kerja kerja! Hr ini setelah berjam jam berjibaku, kami #stafsus #stafsusmilenial Pak @jokowi berhasil menyelesaikan konsep& strategi pengarus utamaan nilai2 #pancasila dgn konsep kekinian. Mau tau spt apa? Tunggu aj Pidato Pak Presiden 🤗💕 Kuat Pancasila, Jaya Indonesia!” tulis Billy dalam cuitannya seperti dilihat detikcom, Sabtu (30/11/2019).

Cuitan itu kemudian ditanggapi netizen. Ada salah seorang netizen yang melontarkan pertanyaan pedas.

“Stafsus milenial kok ngumpulnya bareng. Emang nga ada tupoksi ya? Sampai kerjaan BPIP kalian embat juga?” tulis salah satu netizen.

Billy pun menjelaskan unggahannya itu. Dia mengatakan, dengan satu posting-an itu, bukan berarti hanya hal tersebut yang mereka kerjakan.

“Jadi pertama, karena satu posting-an itu membuat semua berpikir hanya itu saja yang sedang kami kerjakan, padahal nggak, padahal di waktu bersamaan kami juga mengerjakan banyak hal lain. Tapi kan kalau saya posting-posting terus, kapan saya kerjanya, itu kebetulan saya posting foto itu karena saya suka ekspresinya anak-anak yang lagi bekerja,” kata Billy lewat sambungan telepon.

Billy juga menekankan bahwa mereka tidak mengambil alih tugas Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Menurutnya, stafsus milenial justru membantu memberi masukan kepada Presiden Jokowi.

“Yang kedua, tugas kami tidak mengambil alih tugas lembaga lain, tapi kehadiran kami itu justru melengkapi, membantu, memperkaya, dan mengkritisi apabila ada yang kami lihat kurang. Tapi input yang kami rumuskan itu masuknya ke Presiden,” ujarnya.

Soal apakah masukan para stafsus milenial akan diterima Presiden Jokowi atau tidak, Billy mengatakan itu menjadi hak Presiden. Dia kembali menegaskan mereka tidak mengambil tugas lembaga lain.

“Nanti terlepas bagaimana Pak Presiden menggunakannya itu kan hak penuh dari beliau. Bisa jadi dia melihatnya memperkaya dia punya keputusan kemudian memutuskan nantinya. Jadi kadang-kadang masyarakat masih tercampur seakan-akan stafsus Presiden ini bekerja mengambil alih, padahal kami kan hanya memberikan input kepada Pak Presiden,” ucapnya.

Selain itu, Billy sebetulnya tidak mempersoalkan nyinyiran di media sosial. Sebab, menurutnya, pro dan kontra akan selalu ada meski apa pun yang dilakukan.

“Ketiga, tentang yang nyinir, hal apa pun yang kita lakukan, itu pasti akan ada nyinyiran, dan saya sendiri sudah terbiasa,” ujarnya.

Bahkan, Billy mengkau juga tetap dinyinyiri meskipun kegiatannya memberikan akses pendidikan gratis. Namun, ia Billy juga menegaskan siap menerima kritik.

“Karena kan sebelum jadi stafsus saya sampai sekarang kan masih social activist, memberikan akses pendidikan gratis kepada kaum dari underprivileged, bahkan hal seperti itu masih ada yang nyinyir. Jadi komen-komen negatif itu tidak berpengaruh. Kemudian dibilangnya karena saya nggak merespons dianggapnya saya nggak menerima kritik, sebenarnya nggak juga, itu kan sudah ribuan komen bagaimana saya merespons satu per satu, kapan saya kerjanya?” paparnya. [dtk]

Leave a Reply

Your email address will not be published.