Bab 2, Imam Teguh, Ilmu Bertambah

Bab 2, Imam Teguh, Ilmu Bertambah

Opera Timur -ALLAH SWT telah menganugerahkan akal dan pikiran kepada kita selaku manusia ciptaan-Nya. Hal ini bukan hanya untuk penghias diri dan pembeda saja, melainkan untuk digunakan semaksimal mungkin. Salah …

Read more

10 Catatan Pelaksanaan Sholat Jumat di Wilayah Aman Corona

10 Catatan Pelaksanaan Sholat Jumat di Wilayah Aman Corona

Opera Timur – MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait dengan pelaksanaan ibadah Sholat Jumat. Dalam fatwanya nomor 14 Tahun 2020 dijelaskan tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi wabah virus corona COVID-19.

Dalam fatwa tersebut dijelaskan sholat Jumat sementara tidak boleh digelar di wilayah pandemi corona, dan sebagai gantinya yaitu melaksanakan sholat Zuhur di rumah masing-masing.

Lalu bagaimana jika ada wilayah yang dinilai relatif aman dari corona sehingga tetap melaksanakan sholat Jum’at di masjid? Dai kondang Indonesia Ustadz Muhammad Azhari Nasution mengatakan, ada sepuluh catatan ketika akan menyelenggarakan sholat Jumat di wilayah aman namun wabah corona masih belum tertangani secara tuntas.

“Ada sepuluh atatan kecil saat menyelenggarakan sholat Jum’at selama paparan virus Corona masih berlangsung,” katanya kepada Okezone, Jumat, (20/3/2020).

Sepuluh catatan tersebut yaitu:

1. Wajib hukumnya bagi yang sakit atau memiliki gejala sebagaimana yang dijelaskan para ahli medis untuk tidak sholat Jum’at, dan bisa menggantinnya dengan sholat Zuhur di rumah. “Boleh juga bagi yang sehat untuk tidak Jum’atan jika berada di zona yang tidak sehat,” ucapnya.

2. Setiap jamaah membawa sajadah masing-masing dari rumah.

3. Setiap jamaah yang masuk dan keluar dari masjid wajib lakukan self care dengan cara memakai hand sanitizer atau cuci tangan yang bersih.

4. Hindari salaman dan cium tangan selama sholat Jumat berlangsung hingga selesai.

5. Karena alasan khawatir atau untuk melokalisir droplet masing-masing, maka dibolehkan memakai masker (talatstsum) saat sholat.

6. Untuk meminimalisir paparan droplet sebaiknya microphone imam, muaddzin, dan micropohone sambutan DKM dilapis plastik sekali pakai.

[irp]

7. Komposisi shaf boleh direnggangkan untuk mghindari droplet saat sholat.

8. Untuk meminimalisir interaksi fisik jarak antar adzan, sholat sunnah qabliyah jumat, durasi khutbah dan sholat hendaknya sesingkat mungkin. “Yang terpenting tidak meninggalkan hilangnya rukun khutbah dan sholat. Begitu juga pengumuman qabliyah khutbah, jika memungkin lebih baik ditiadakan,” tutur Ustadz Muhammad Azhari Nasution.

[irp]
9. Konten khutbah hendaknya bersifat edukatif dan rekreatif, yakni membri edukasi kepada jamaah untuk mentaati anjuran pemerintah dan ahli medis. Kemudian tidak ihtikar/panic buying, disiplin kebersihan, tidak menjadi produsen dan konsumen berita hoax, memperbanyak amalan doa, dan lain-lain.

“Rekreatif artinya memberi uraian-uraian yang bisa merangsang rasa optimis mad’u dan keyakinan akan kekuasaan Allah,” katanya.

10. Menghindari konten khutbah yang membuat orang semakin panik dan gusar.

“Itu semua pendapat pribadi saya. Semoga virus corona ini cepat berlalu,” ujarnya.

MUI pun meminta, pelaksanaan sholat Jumat berjamaah dapat digelar kembali ketika wabah virus corona sudah meredam, dan masjid-masjid dapat difungsikan seperti biasanya.

Hingga saat ini, pada Kamis, 19 Maret 2020 tercatat total pasien postif COVID-19 di Indonesia sebanyak 309 jiwa, dengan pasien meninggal sebanyak 25 jiwa. [okzn]

Ustadz Adi Hidayat, UAH: Mengungkap Obat Virus Corona Dalam Al Quran

Obat virus Corona dalam Al quran

Opera Timur – Dai yang pernah menimba ilmu di Kuliyya Dakwah Islamiyyah Tripoli Libya, Ustaz Adi Hidayat mengungkap obat penyakit yang disebabkan virus Corona (Covid-19) ada dalam Al-Qur’an yang mulia.

Pendiri Quantum Akhyar Institute ini menegaskan bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya. Penggalan ayat dari tiga surah Al-Qur’an ini diyakini bisa menyembuhkan penyakit termasuk virus Corona atas izin Allah Ta’ala.

“Anatomi tubuh manusia itu terdiri dari tiga bagian sebagaimana dikabarkan Al-Qur’an. Ada fisik (jasad), akal, dan ruh. Mungkin yang dipelajari di ilmu biologi dan kedokteran hanya fokus pada fisik saja. Yang dipelajari dalam ilmu pengetahuan adalah anatomi akal. Sedangkan ruh tidak dipelajari dalam pelajaran formal ataupun ilmu kedokteran. Ini terkait dengan nilai-nilai spiritual,” kata Ustaz Adi Hidayat dalam ceramah di Akhyar TV “Quantum Akhyar” yang diunggah akun YouTube ‘Gelora Islam’ 7 Maret 2020.

Kata Ustaz Adi Hidayat, setiap penyakit biasanya menghantam dua di antara tiga bagian ini. Kalau bukan pada fisiknya maka yang dihantam adalah ruhnya. Kalau penyakit akal biasanya sifatnya malas membaca, malas belajar atau malas mengkaji. Setiap bagian anatomi ini butuh asupan sebagaimana tubuh membutuhkan karbohidrat, protein maupun vitamin.

Terkait penyakit fisik, Al-Qur’an mengajarkan tidak semua yang diinginkan harus dimakan, tetapi konsumsilah yang menyehatkan tubuh dan cari dengan cara yang benar. Sedangkan penyakit akal bisa disembuhkan dengan membaca dan mencari ilmu pengetahuan, itulah nutrisinya. Sedangkan ruh tidak banyak dipelajari. Ketika zaman Nabi, ada yang bertanya kepada Rasulullah SAW. “Ya Muhammad apa esensi ruh, bagaiman sifatnya apa nutrisinya? Maka turunlah Surah Al-Isra’ ayat 17: “Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, ‘Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit”.

Maka kemudian diberitahulah nutrisi ruh untuk menguatkan nilai-nilai spritual seseorang. Kalau fisiknya sakit tetapi ruhnya sehat, itu boleh jadi daya tahan tubuhnya tetap kuat. Dalam arti dia masih bisa menjalani kehidupan dengan baik.

Akan tetapi jika ruhnya sakit meskipun fisiknya terlihat sehat sesungguhnya dia dalam keadaan lemah dalam menjalani kehidupan. Apa nutrisi ruh? Jawabannya adalah ibadah, makanya kita diperintahkan salat, mengaji, puasa, baca Qur’an, tahajjud. Inilah asupan untuk menguatkan ruh.

“Menyangkut virus Corona ini kita akan bagi menjadi 2 bagian. Pertama, secara fisik apa yang disampaikan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan agar diikuti, bagaimana berperilaku hidup sehat, menjaga kebersihan dan mencari makanan yang dibutuhkan. Ini ikhtiar. Kedua, ada bagian yang sangat penting menyangkut ruh. Karena jika ruhnya lemah akan berpengaruh terhadap kondisi fisik.

Contohnya iri hati, dengki, perasaan pesimis, perasaan tak enak hati. Nabi Ayyub ‘alaihissalam diserang penyakit yang begitu kuat, tapi karena ruhnya (nilai spritual) kuat beliau masih bisa menjalani kehidupan. Beliau baru meminta pertolongan kepada Allah Ta’ala ketika penyakitnya telah mengganggu aktivitas ibadahnya.

“Saya ingin memberikan pendekatan spiritual bagaimana agar menguatkan ruh sehingga daya tahan tubuh bisa kuat dan tetap beraktivitas dengan sempurna. Beberapa pekan ini saya menerima pesan tidak hanya di Indonesia tapi saudara-saudara kita di luar negeri di bilangan Korea, Jepang dan beberapa tempat lainnya untuk sekadar salat berjamaah sekarang tidak diizinkan di masjid karena dikhawatirkan tersebarnya virus Covid-19 ini,” kata Ustaz Adi Hidayat.

Kita turut mendoakan semoga Allah meringankan dan menghilangkan penyakit ini sehingga memudahkan saudara-saudari kita beribadah. Saya ajarkan ayat-ayat Al-Qur’an untuk mengobati penyakit-penyakit yang kita hadapi saat ini.

Jika seserang tidak tertimpa penyakitnya, kita ikuti pesan Rasulullah SAW. Kata Beliau, yang sakit jangan datang ke tempat perkumpulan. Yang tidak sakit jangan berkunjung ke daerah yang terkena penyakit. “Yang sedang sakit flu, batuk-batuk dan sebagainya misalnya tinggal di rumah saja. Tetapi keyakinan perlu dibangun bahwa ajal itu tidak terkait dengan penyakit, tapi ajal terkait dengan maut,” terang Dai lulusan Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Garut ini.

Seseorang yang ditimpa penyakit belum tentu meninggal, karena banyak orang sehat juga mati seketika. Al-Qur’an mengabarkan bahwa setiap umat ada batas waktu hidupnya. Apabila terkena penyakit atau divonis menjadi bagian dari penyakit itu misalnya terkena Corona, kanker dan penyakit lainnya silakan membaca ayat ini penuh keikhlasan dan permohonan kuat kepada Allah.

“Saya akan gabungkan tiga surah sekaligus. Insya Allah jika dibacakan dengan benar di situ ada janji Allah sebagaimana janji Allah kepada Nabi Ayyub bahwa penyakit apapun selain kematian, Allah akan berkenan menyembuhkannya,” kata Ustaz Adi Hidayat meyakinkan. Berikut ayatnya:

1. Al-Qur’an Surah Al-Isra’ ayat 82.
[arabOpen]وَنُنَزِّلُ مِنَ الۡـقُرۡاٰنِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَّرَحۡمَةٌ لِّـلۡمُؤۡمِنِيۡنَ‌ۙ وَلَا يَزِيۡدُ الظّٰلِمِيۡنَ اِلَّا خَسَارًا‏[arabClose]
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.” (Al-Isra’: 82)

2. Al-Qur’an Surah Al-Anbiya ayat 83-84.
[arabOpen]وَاَيُّوۡبَ اِذۡ نَادٰى رَبَّهٗۤ اَنِّىۡ مَسَّنِىَ الضُّرُّ وَاَنۡتَ اَرۡحَمُ الرّٰحِمِيۡنَ‌[arabClose]
“Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.” (Al-Anbiya: 83)

[arabOpen]فَاسۡتَجَبۡنَا لَهٗ فَكَشَفۡنَا مَا بِهٖ مِنۡ ضُرٍّ‌ وَّاٰتَيۡنٰهُ اَهۡلَهٗ و مِثۡلَهُمۡ مَّعَهُمۡ رَحۡمَةً مِّنۡ عِنۡدِنَا وَذِكۡرٰى لِلۡعٰبِدِيۡنَ[arabClose]
“Maka Kami kabulkan (doa)nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami.” (Al-Anbiya: 84)

Apabila ingin berdoa bisa membaca kalimat di bawah ini:

‘Allahumma Annii Massaniyadh-dhurru wa Anta Arhamur Roohimiin’

Artinya:
Ya Allah Tuhanku, sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.

3. Ditutup dengan Surah Al-Fatihah ayat 1-7.

Nabi SAW pernah mengatakan bahwa Surah Al-Fatihah ini sebagai obat (As-Syifa). Pernah dikisahkan seorang kepala suku tersengat kalajengking dan medis mengatakan tidak mungkin sembuh. Akhirnya dibacakan Surah Al-Fatihah dan Allah memberikan kesembuhan.

Inilah bagian dari ikhtiar ruh, pendekatan-pendekatan spritual yang perlu diamalkan. Adapun obat untuk menyembuhkan segala penyakit bisa ditemukan dalam kalimat Al-Qur’an. Beberapa ayat dalam Al-Qur’an berupa zikir-zikir tertentu yang apabila dilakukan dengan benar akan melahirkan penawar yang tidak ditemukan dalam ilmu kedokteran.

“Semoga Allah memberi kemudahan dan menghilangkan segala kesulitan di sekitaran kita. Insya Allah saudara kita yang meminta penguatan dan doa semoga Allah meringankan musibah yang kita hadapi saat ini,” kata Ustaz Adi Hidayat. [Sndo]

Berikut rekaman ceramah Ustaz Adi Hidayat yang diposting akun Youtube Gelora Islam dari Akhyar TV “Quantum Akhyar”:

https://youtu.be/7sE8zdKQsXo