Terjadi penumpukan di Stasiun Citayam dan Depok

Terjadi penumpukan di Stasiun Citayam dan Depok

Opera Timur – Di Stasiun Citayam dan depok Masih banyak yang anti dan bedatangan, dan masih banyak memaksan untuk naik KRL, Seperti sebuah video yang di unggah akun @depok24jam, Dengan Caption,

Masih banyak perusahaan di Jkt yang tidak memberlakukan work from home, sehingga banyak yg terpaksa harus naik KRL

Doakan semoga pada sehat ya gais,, karna pasti mereka juga inginnya.

[irp]

“Dan Video tersebut di Banjiri ratusan komentar warganet. Berikut Dibawah ini para komentar dan respon dari warga net/netizen

Karna perusahaan lebih memikirkan untung rugi, di banding kemanusiaan… dan harus banyak pertimbangan tulis akun, @sang.president, | hahahahaa gmn gak mau kena corona pd dempet2 bgni, @proudfakesht, | Ini mah pagi pagi mandi pake sanitizer juga gak guna, @mughtii.

Perusahaan harus bertanggung jawab penuh terhadap risiko yang dihadapi karyawannya tersebut, @routeindie, | Sehat selalu untuk para pejuang, @angguntief,| Harusnya jangan dikurangi jam perjalanan nya,, justru harusnya ditambah supaya gak terjadi penumpukan dan kerumunan manusia seperti ini, @shamy_ardy,.

[irp]

“mungkin mereka para pekerja retail ,semangat sahabat retail ku, @danielcaesar22, | Sehat2 semua yg g bs kerja #dirumah…Aamiin, @ariii_susanti, | Seharusnya biasa aja jd g numpuk penumpang kl seperti ini kasihan takutnya malah cepet bertambah tuh penyakitnya, @nanimarininani, | Disuruh jarak 1meterb, orang indonesia mah woles aja dempet2aan mah ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚, @bayumontana013.

Semoga rejeki melimpah buat kalian yg masih bekerja. Dan semoga Tuhan memberi kesehatan selalu buat kalian yang masih bekerja untuk demi kebutuhan hidup.. Semangat. Amin, @epriritonga, | Amin. Semoga perusahaan yg memperkerjakan menyadari resikonya, @pondokndeso.

Ttp semangat semoga allah mengganti lelah kalian menjadi lillah, @shfsl24, | Ya Allah jagalah semua pejuang nafkah agar selalu di beri kesehatan, @anggianimelisa, | biasanya naik KRL dr st.debar tp qadarullah seminggu ini udh WFH. Semoga yg lain jg segera WFH yaaa, @w.pratiwi39.

“Temen2 yg kerja di retail, frontliner, pabrik dll.. Semangat yaaa… Semoga senantiasa dalam lindungan Allah, lelahmu menjadi lillah, @piwiqinur.

Indonesia khususnya Jakarta masih setengah setengah, @threeorivai, | Sekali lagi pembatasan transportasi tidak efektif,jika kantor2/ tempat kerja tetap mengharuskan pegawainya masuk, @ininihbudi.

 

https://www.instagram.com/p/B-Dg0mdp6fU/?utm_source=ig_web_copy_link

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh MEMANTAU KOTA DEPOK 24 JAM (@depok24jam) pada

Wow Akhir nya terkuak Misteri Covid 19

Wow Akhir nya terkuak Misteri Covid 19 nih simak tuntas yah!, Another conspiration theory

Opera Timur – Oleh: Ndaru Anugerah, Apakah kita perlu panik tingkat dewa dalam menyikapi COVID-19?

Mungkin pernyataan Menkes Terawan yang menyatakan bahwa COVID-19 akan sembuh dengan sendirinya, patut dijadikan rujukan, walaupun terkesan sepele.

Kenapa?

Pertama, Terawan adalah sosok dokter, dan kedua beliau sekaligus sosok militer yang tahu pasti skenario apa yang sesungguhnya sedang dijalankan lewat panic global yang dipicu oleh munculnya COVID-19 tersebut.

Lewat tulisan ini, sebagai rasa peduli saya kepada bangsa ini, saya akan coba mengulas secara lengkap tentang COVID-19 ini dari awal hingga bagaimana kemungkinan skenario akan dikembangkan ke depannya.

Karena panjangnya informasi yang akan saya sajikan, terpaksa tulisan ini akan saya potong menjadi 2 bagian.

[irp]

Pada bagian pertama saya akan mengulas tentang skenario awal dan asal muasal COVID-19. Pada tulisan kedua nanti, saya akan analisa bagaimana kemungkinan skenario akan berlanjut.

AS, Juli 2019. Seorang anak muda di Baltimore sana, tengah mengisap rokok elektrik disaat santai. Tanpa disadari, setelah menghisap beberapa kali, sang pemuda lantas tersungkur dan sesak nafas.

Begitu dilarikan ke rumah sakit, ternyata sang pemuda naas tersebut divonis telah mengalami pneumonia akut akibat mengkonsumsi rokok elektrik.

Kejadian ini cepat menyebar ke 22 negara bagian di AS dengan total kematian 193 orang. Dan penyebab kematian menurut AMA (American Medical Association) adalah aktivitas vaping dari rokok elektrik.

Namun para ilmuwan AS mengatakan bahwa kalo rokok elektrik nggak akan mengakibatkan pneumonia yang berujung kematian demikian cepat. Kemungkinan yang paling masuk akal adalah kematian itu dipicu oleh sejenis virus yang mampu menginfeksi sistem paru-paru manusia.

[irp]

Subhanallah: Salut sama KH. Abdullah Gymnastiar AA GYM yang gencar sosialisasi penanggulangan corona

Subhanallah: Salut sama KH. Abdullah Gymnastiar AA GYM yang gencar sosialisasi penanggulangan corona

Opera Timur – Viral di twitter Sebuah Video pendek KH. Abdullah Gymnastiar Yang biasa di panggil AA GYM yang berdurasi 2:01 yang di unggah akun @mas__piyuuu, Dengan Caption.

Salut sama KH. Abdullah Gymnastiar yang gencar sosialisasi penanggulangan corona. Tokoh agama memang kunci meminta kepatuhan umat.

Terimakasih
@aagym
smg sll diberi kesehatan dan keberkahan…

Sekecil apapun yg bisa kita lakukan utk ikut mencegah penyebaran wabah ini maka lakukanlah, mari awali dg kesadaran diri sendiri dan nasehati orang-orang terdekat kita, tulis akun @AbiAsyraf.

MashaAllah Semoga Aa Gym diberi kesehatan dan kekuatan Dan terus istiqomah untuk berjuang selamatkan ummat dan rakyat Indonesia, tulis akun, @HamzaRasyidi.

Salah satu guru yang paling kucintai krn Allah.. semoga aa sehat trs dan tdk lelah untuk mendakwahi umat tulis akun, @runahQuc.

Celakalah jika Penguasa Mencurigai Tokoh agama the lurus tanpa mengharapkan Kesenangan Duniawi dibully malahan dicurigai Oleh Pejabat2 .Pimojnan negara . Tidak Kalian Dapat keberkahan. Malahan sebaliknya…Musibah Muncul satu Persatu.. Perlahan Mereka rasakan. tulis akun, @Zulkafli_BasraH.

Sangat sayang sama umat. Terima kasih aa, semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan dan rahmat-Nya. Aamiin. tulis akun, @han_vireta2.

Yang Dagang Tetap Dagang Yang Kerja Tetap Kerja Yang Sekolah Tetap Sekolah Ikhtiar Tetap Ikhtiar, (Habib Lutfi Bin Yahya)

Yang Dagang Tetap Dagang Yang Kerja Tetap Kerja Yang Sekolah Tetap Sekolah Ikhtiar Tetap Ikhtiar, (Habib Lutfi Bin Yahya)

Opera TimurHabib Lutfi Bin Yahya Ber ceramah Di Sebuah Masjid, Beliau Mengatakan di depan para jemaah nya, Dalam Video pendek yang berdurasi 45 detik yang di unggah akun, @K1ngPurw4, di twitter, beliau menegaskan semua bukan karena Corona.

Ayo Jaga yang dagang tetap dagang, yang kerja tetap kerja, yang sekolah tetap sekolah, dan ikhtiar tetap ikhtiar pungkas habib lutfi dalam isi ceramanya, Kalau yang kena virus corona itu mati gimana bib, dengan bahasa cirikhas beliau meumpamakan ada orang yang bertanya, dan beliau sebut corona itu hanya perwakilan Izrail, (Malaikat Izrail)

“Corona ya Corona, Izrail Ya Izrail, Walaupun Kena kena corona tapi malaikat izrail belum datang ya tetap panjang umur, tutur habib lutfi pakek bahasa jawa.

Postingan tersebut di banjiri komentar warganet, dan 125 reetwet 265 Like

 

Jamaah Tabligh Melawan Virus Corona Ini Caranya!

Cara Aneh Jamaah Tabligh Melawan Virus Corona

Opera Timur – Berbagai media mengabarkan bahwa Jamaah Tabligh menggelar ijtima’ dunia zona Asia 2020 di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Ijtima’ itu bukan hanya diikuti oleh para peserta lokal dari seluruh Indonesia, tetapi dikabarkan melibatkan ribuan orang dari 48 negara. Kegiatan tersebut tetap dilangsungkan meskipun tidak mendapatkan izin dari pemerintah Kabupaten Gowa.

Agaknya, mereka merasa yakin dan karenanya menjadi keras kepala, bersikap egois, tak peduli kepada nasib orang lain, enggan bekerja sama, tidak menaati ajakan pemerintah, dan dengan jubah kebesarannya itu merasa tidak kuatir dengan wabah Virus Corona, karena “kami lebih takut kepada Tuhan!” Begitulah keyakinan mereka.

Saya mendengar salah satu dari berbagai video kegiatan tersebut, di mana ada seorang “ustadz” dalam suatu sesi kegiatan mereka dengan nada agitasi yang meyakinkan ribuan audien Jamaah Tabligh menyatakan sebagai berikut, “Baru satu macam virus Corona datang, seluruh dunia geger! Gampang selesaikan itu Corona, kirim jamaah-jamaah ke tempat Corona! Virus Corona takut sama jamaah, jamaah tidak takut sama Corona! Jamaah hanya takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala!” (ucapan ini disamput pekikan takbir ribuan peserta).

Sang ustadz berjubah dan bersorban ala warga Pakistan itu melanjutkan ceramah provokatifnya dengan penuh semangat, “Allah yang kuasa, Corona tidak berkuasa! La ilaha illa Allah!” (Jamaah pun beramai-ramai menirukan ucapan tahlil itu). “Itu baru dakwah namanya. Menyelesaikan masalah dengan cara sendiri, bertambah masalah, bertambah masalah! Begitu banyak biaya untuk menyelesaikan masalah, (masalah) bukannya berkurang, (tetapi masalah makin) bertambah!”

Jika kita mendengar sepintas “ceramah agama” di atas tanpa merenungkan lebih mendalam atas dasar ilmu keislaman yang sesungguhnya, niscaya kita akan menganggapnya sebagai sebuah kebenaran. Padahal ceramah itu hanyalah merupakan ekspresi keberagamaan seseorang yang sungguh jauh dari ilmu dan hanya didorong oleh hawa nafsu. Perkataan yang membahayakan dan sanggup mencuci otak para pendengarnya yang kebanyakan adalah kaum awam dalam ilmu agama. Mereka tidak lebih adalah sekelompok orang yang semangat beragamanya tinggi, namun tidak memiliki pemahaman (ilmu) agama yang memadai.

Bagaimana mungkin bisa dibenarkan menurut ilmu agama dan menurut akal sehat ketika sang ustadz mengatakan, “gampang selesaikan itu Corona, kirim jamaah-jamaah ke tempat Corona. Virus Corona takut sama jamaah, jamaah tidak takut sama Corona, jamaah hanya takut kepada Allah!”, padahal Rasulullah pernah mengingatkan umatnya agar tidak mendatangi tempat terjadinya wabah agar tidak tertular, dan penduduk di tempat terjadinya wabah itu agar tidak keluar dari tempat kediamannya, agar tidak menularkan. Ucapan sang ustadz dari jamaah tabligh itu jelas keliru karena bertentangan dengan sabda Rasulullah SAW.,

ุฅุฐุง ุณู…ุนุชู… ุงู„ุทุงุนูˆู† ุจุฃุฑุถ ูู„ุง ุชุฏุฎู„ูˆู‡ุง ูˆุฅุฐุง ูˆู‚ุน ุจุฃุฑุถ ูˆุฃู†ุชู… ููŠู‡ุง ูู„ุง ุชุฎุฑุฌูˆุง ู…ู†ู‡ุง (ู…ุชูู‚ ุนู„ูŠู‡)

“Apabila kalian mendengar wabah tha’un melanda suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Adapun apabila penyakit itu melanda suatu negeri sedang kalian berada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dari negeri itu.” (Muttafaq ‘alaihi)

Hadits di atas pada prinsipnya menjelaskan tentang pentingnya pencegahan penyakit menular. Mereka yang dari luar daerah yang tidak terserang wabah dilarang memasuki daerah yang terkena wabah agar tidak tertular, sedangkan mereka yang berada di dalam daerah yang terkena wabah penyakit menular tidak boleh keluar darinya, sehingga tidak menularkannya kepada orang-orang yang sehat. Jadi, prinsip ajaran Islam dalam menghadapi wabah apa saja, termasuk Covid-19, adalah jangan sampai tertular dan atau menularkannya. Yang demikian ini sejalan dengan yang kini amat dianjurkan dalam dunia kedokteran modern.

Ekspresi keberagamaan sesaat yang dicontohkan oleh ulah keliru jamaah tabligh diatas amat bertentangan dengan kebijakan banyak pemerintah di berbagai negara, termasuk pemerintah RI, yang memerlukan kerjasama, gotong royong dari seluruh elemen rakyat Indonesia untuk membatasi gerakan yang berusaha memutus mata rantai Covid-19.
Sikap abai, tidak peduli, egois, dan merasa benar sendiri dalam beragama semacam itu tiada lain merupakan kezaliman, sikap sewenang-wenang terhadap kesehatan dan jiwa manusia lain. Sikap jamaah tabligh demikian itu sungguh mencemaskan kita semua jika karena ulah mereka jumlah kasus infeksi Covid-19 menjadi yang tertinggi di Asia.

Saya berdoa, semoga kita semua, termasuk jamaah tabligh itu, diselamatkan oleh Allah Yang Maha Kuasa dari tertular dan menularkan virus Corona, dan kekeliruan sikapnya diampuni oleh-Nya.

KH. Ahmad Ishomuddin