Pasien Meninggal Covid-19 Tambah 1 Orang di Jateng

Pasien Meninggal Covid-19

Opera Timur – Provinsi Jawa Tengah mengonfirmasi satu kasus kematian karena virus korona (Covid-19) pada Selasa (17/3). Pengumuman itu disampaikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo didampingi Kepala Dinas Kesehatan Yulianto Prabowo.

Seperti dilansir dari portal resmi Pemprov Jateng, Ganjar menyampaikan total ada enam kasus positif korona. Dua orang di antaranya meninggal, sementara empat orang lagi masih dalam perawatan. Empat pasien positif korona yang masih dirawat itu dua orang di RSUD Moewardi (Solo), satu orang di RSUP Kariadi (Semarang), dan satu orang di RS Tidar (Magelang).

”Yang meninggal warga Semarang. Dirawat di Kariadi dinyatakan positif korona,” tutur Ganjar seperti dilansir dari Jatengprov.go.id, pada Selasa (17/3).

Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, sampai Selasa, jumlah ODP (orang dalam pengawasan) terkait Covid-19 sebanyak 1.005 orang. Yang masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) ada 69 orang, yakni masih dirawat 42 orang dan yang sudah dinyatakan sehat 24 orang. Sebanyak tiga orang meninggal tapi negatif korona.

Ganjar menjelaskan, pemprov tetap menjamin kesehatan warga dari kasus tersebut. Untuk itu dia menginstruksikan jajarannya untuk melakukan penyelidikan epidemiologi dan menelusuri orang-orang yang pernah teridentifikasi berdekatan dengan pasien positif korona. Sehingga dapat menyekat sebaran Covid-19 agar tidak meluas.

Ganjar berharap masyarakat berpartisipasi memberikan informasi serta memeriksakan kesehatan, khususnya jika ada riwayat berdekatan dengan pasien atau pernah mengunjungi wilayah terdampak korona. Pemeriksaan tahap awal dan konsultasi terkait Covid-19 atau indikasi Corona, bisa dilakukan di tujuh rumah sakit milik Pemprov Jateng.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengungkapkan, dari 1.005 ODP, mereka telah dikarantina di rumah masing-masing. Sementara, yang positif korona kini sedang mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Yulianto menambahkan, pasien positif korona asal Semarang meninggal pada Selasa pukul 03.48 WIB. Sebelum dinyatakan positif, dia sempat dirawat di rumah sakit karena keluhan penyakit lain selama sepuluh hari.

”Di Solo, merawat dua orang positif korona. Mereka pernah berhubungan dengan pasien positif yang habis seminar di Bogor. Dengan kemarin, jadi sekarang ada dua orang yang meninggal karena positif korona. Sedangkan yang dirawat ada empat orang,” terang Yulianto.

Satu pasien di Solo berjenis kelamin perempuan merupakan hasil penelusuran tim medis. Sebab, yang bersangkutan masih satu famili dengan pasien positif korona, yang juga dirawat di RSUD Moewardi. ”Kami tracking, ternyata ada riwayat keluarga. Dia belum menunjukan gejala, namun setelah diperiksa dia positif,” jelas Yulianto. [jp]

Continue Reading

Seorang Nenek Dibunuh Dan Di Bakar Gegara Uang 15,000, Dan Pelaku Di Vonis Hukuman Seumur Hidup

Seorang Nenek Dibunuh Dan Di Bakar Gegara Uang 15,000,

Opera Timur – Garut – PN Garut menjatuhkan vonis hukuman penjara seumur hidup terhadap Abdul Aziz alias Adul (22). Pria asal Garut terbukti bersalah telah membunuh dan membakar seorang nenek gegara uang Rp 15 ribu.
Humas PN Garut Endratno Rajamai, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Raja menjelaskan, Adul divonis seumur hidup.

“Berdasarkan hasil sidang, terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah karena telah menghilangkan nyawa orang lain dan divonis dengan hukuman penjara seumur hidup,” ucap Raja kepada wartawan di kantornya, Jalan Merdeka, Tarogong Kidul, Selasa (17/3/2020).

Raja menjelaskan, sidang beragendakan vonis terhadap terdakwa Adul digelar di Pengadilan Negeri Garut, Senin (16/3) kemarin sore.

Dalam sidang itu, baik Adul maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) menerima putusan hakim tersebut. Vonis yang dijatuhkan hakim ini lebih tinggi dari tuntutan JPU yang menuntut Adul 20 tahun penjara.

“Terdakwa sudah menerima putusan tersebut. Dan itu artinya, putusan ini sudah berkekuatan hukum tetap,” kata Raja.

Kasus pembunuhan terhadap Nenek Iyah (65) yang dilakukan Adul sendiri terjadi di kawasan Kecamatan Banjarwangi, Garut, sekitar September 2019 lalu. Mulanya, polisi menerima laporan adanya kebakaran di tengah-tengah kebun milik warga yang menyebabkan seorang nenek tewas terpanggang.

Namun, setelah diselidiki, ternyata kebakaran tersebut sengaja dilakukan. Berdasarkan bukti dan hasil penyelidikan di lapangan, polisi menyimpulkan bahwa nenek Iyah dibunuh kemudian jasadnya dibakar.

Hal itu diketahui dari bercak darah yang ada di sekitar lokasi serta luka benda tajam di bagian leher almarhumah.

Teka-teki terkait siapa orang keji yang nekat membunuh-bakar nenek Iyah pun akhirnya terjawab. Polisi menangkap Adul 24 jam setelah kejadian di kawasan Cibiuk saat Adul bekerja di sebuah rumah konveksi.

Kepada polisi, Adul mengaku nekat membunuh Nenek Iyah gegara kesal tak terima persoalan utang Rp 15 ribu milik keluarganya kepada korban menjadi buah bibir tetangga se-kampung.

Dari pengakuan Adul juga, diketahui Nenek Iyah dihabisi dengan cara yang sangat sadis. Adul terlebih dahulu membuntuti Nenek Iyah yang tengah berada di sawah, kemudian menggorok lehernya kemudian membakar Nenek Iyah menggunakan atap gubuk yang terbuat dari ijuk.

Artikel ini sudah tayang di detik.com dengan judul:  Bunuh-Bakar Seorang Nenek, Pemuda Garut Divonis Bui Seumur Hidup

Continue Reading

Sebanyak 280 rumah rusak dan 314 warga mengungsi dampak gempa berkekuatan M 4,9 di Sukabumi

Sebanyak 280 rumah rusak dan 314 warga mengungsi dampak gempa berkekuatan M 4,9 di Sukabumi

Opera Timur – Sukabumi – Dampak gempa, 280 rumah rusak Satu bangunan sekolah juga roboh.

Ada enam kecamatan yang dikabarkan terdampak gempa tersebut antara lain di Kecamatan Kabandungan, Kalapanunggal, Cidahu, Ciambar, Parakansalak, dan Cikidang akibat gempa yang terjadi Selasa (10/3) sore.

“Paling parah di Kalapanunggal dan Kabandungan, hingga hari ini terdata sebanyak 280 rumah rusak belum terklasifikasi rusak berat sedang dan ringan. Di Kabandungan 111 KK dengan jumlah pengungsi 314 jiwa mengungsi, di Parakansalak 11 rumah dan Cidahu 2 rumah,” kata Kepala BPBD Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri kepada awak media, Rabu (11/3/2020).

Untuk penanganan, Iyos yang juga menjabat sebagai Sekda Kabupaten Sukabumi mengaku sudah memasang tenda dan memberikan bantuan untuk warga yang terdampak. Termasuk pembuatan tenda belajar di SDN Kabandungan yang roboh.

“Ada dua lokal kelas dari satu SD roboh di Kecamatan Kabandungan, kita upayakan membuat tempat belajar sementara. Untuk korban jiwa tidak ada, hanya laporan 3 orang terluka dan kondisinya sudah membaik,” kata Iyos.

BPBD memastikan saat ini distribusi kebutuhan dasar terhadap warga yang terdampak akan terpenuhi. “Kita siapkan makanan cepat saji dan air mineral, kita segera distribusikan,” tandas Iyos. [dtk]

 

Continue Reading

Ini Rangkuman Data Gempa Sukabumi yang Terasa Hingga DKI

Rangkuman Data Gempa Sukabumi yang Terasa Hingga DKI

Opera Timur – Gempa berkekuatan 5 magnitudo mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat. Gempa dirasakan di beberapa wilayah di Jawa Barat, bahkan getaran gempa itu juga terasa di DKI Jakarta.

Gempa terjadi pukul 17.18 WIB Selasa (10/3/2020), gempa berada di koordinat 6,89 lintang selatan (LS) dan 106,62 bujur timur (BT). Titik gempa berada di 13 km timur laut dengan kedalaman 10 km.

BMKG melalui akun resminya mengatakan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan bencana tsunami. BMKG juga mengatakan gempa itu terjadi karena aktivitas sesar lokal.

[irp]
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strike-slip fault),” kata Kabag Humas BMKG, Taufan Maulana, Selasa (10/3).

Guncangan gempa dirasakan dengan skala berbeda di sejumlah daerah. Gempa dirasakan di antaranya di Cikidang, Ciambar, Cidahu, dan Kalapa Nunggal dengan skala IV-V MMI atau getaran dirasakan hampir semua penduduk dan orang banyak terbangun.

Sedangkan di Panggarangan, Bayah, Banten, gempa berskala III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan truk berlalu.

[irp]

Adapun di Citeko dan Sukabumi, getaran gempa dirasakan pada skala II-III MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Getaran juga dirasakan di kawasan Jakarta. Getaran itu dirasakan sekitar 10 detik dari Gedung Lantai 9 di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, guncangan juga terasa di gedung BNPB, Jakarta Timur, selama 20 detik.

Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo mengatakan gempa terasa di tengah rapat soal COVID-19. Peserta rapat diimbau tenang oleh Kepala BNPB Doni Monardo.

Juru bicara Pemerintah untuk penanganan corona, Achmad Yurianto juga mengungkapkan dirinya sempat berada di Gedung BNPB sedang melakukan rapat. Dia mengungkapkan sempat merasa getaran sebentar karena gempa di Sukabumi itu.

“Iya saya lagi di lantai 15 Gedung BNPB, jadi kerasa goyang banget,” kata Yuri sebelum memulai konferensi pers terkait pasien corona di Istana Kepresidenan.

Rumah Warga di Sukabumi Rusak Akibat Gempa

Dalam peristiwa ini, ada tiga rumah yang diinformasikan oleh tim BMKG rusak karena gempa. Rumah-rumah yang rusak terlihat rusk dengan dinding roboh.

“Kecamatan Kalapanunggal Sukabumi,” tulis BMKG.

Kabag Humas BMKG Taufan Maulana yang dimintai konfirmasi membenarkan 3 foto itu dampak kerusakan di Kecamatan Kalapanunggal akibat gempa.

Selain rumah di Kalapanunggal Sukabumi, rumah di sekitar wilayah kaki Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, juga dilaporkan rusak. Laporan BPBD Bogor menyebut rumah ini berada di Kecamatan Pamijahan.

“Sementara rumah (rusak) di wilayah sekitaran kaki Gunung Salak. Sementara sih (laporan) yang baru masuk (rumah rusak ada di kecamatan) Pamijahan,” jelas Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, Muhammad Adam Hamdani.

Namun, Adam belum mengetahui berapa rumah yang mengalami kerusakan. Kerusakan pun belum diketahui apakah rusak berat atau ringan saja.

“Karena yang sudah-sudah, pengalaman, kalau gempanya itu di Sukabumi, itu di sekitaran kaki Gunung Salak itu kena efeknya. Seperti Taman Sari, Ciomas, Leuwiliang, Nanggung, Cijeruk, Cigombong, Caringin, seperti gitu biasanya (alami kerusakan),” ungkap dia.

Dia mengatakan, tim BPBD sedang menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan pendataan. [dtk]

Continue Reading

Cerita Warga Kalapanunggal Sukabumi Terjebak 30 Menit Setelah Gempa

Cerita Warga Kalapanunggal Sukabumi Setelah Gempa

Opera Timur – Anda atau karib disapa Haji Ana (57 tahun) warga Kampung Nanggerang, Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi sempat terjebak dalam reruntuhan bangunan rumahnya selama kurang lebih 30 menit, usai gempa mengguncang pada Selasa (10/3/2020) petang pukul 17.18 WIB.

“Saat itu saya lagi nonton TV, tiba-tiba semua perabotan bergoyang. Saya langsung berusaha menyelamatkan diri. Tapi ketika di bibir pintu, bangunan rumah sudah ambruk dan menimpa saya,” ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Selasa (10/3/2020).

Ana menuturkan, saat itu ia dalam posisi telengkup. Saat tertimpa reruntuhan ia berusaha menenangkan diri dan mencari potensi pertolongan agar bisa selamat dari musibah ini. Namun, Ana mengaku lama-kelamaan dalam posisi tersebut nafasnya mulai sesak dan badannya mulai lemas.

“Beton rumah sudah menimpa ke punggung, cuma masih ada rongga hanya cukup untuk badan saya. Saat itu saya hanya pasrah dan berusaha menenangkan diri dan gimana caranya meminta pertolongan. Saat itu hanya keajaiban Allah saja yang bisa menyelamatkan saya,” katanya sambil memanjatkan syukur.

Ana mengaku ketika itu ia tidak bisa banyak bergerak karena di sisi kanan dan kiri tubuhnya hanya puing-puing bangunan. Namun ketika melihat ke arah depan terdapat sebuah lubang dan kemudian ia mencoba berteriak mencari pertolongan.

“Ada lubang sedikit dan saya berusaha berteriak supaya orang-orang di luar mendengar. Sedangkan untuk mengevakuasi saya harus menggunakan alat. Alhamdulillah, saya bisa keluar lewat lubang itu dengan dibantu warga lain dan saya hanya mengalami benjol,” tandasnya.

Ana saat itu terjebak dalam reruntuhan bersama istrinya, Mimin (55 tahun) dan anaknya Andi Maulana. Ana diketahui mengalami luka sobek di bagian kening kiri, istrinya Mimin luka sobek di bagian kepala bagian atas. Anaknya, Andi Maulana Bin Ana luka sobek di bagian pelipis ats mata kiri. [skbm]

Continue Reading

Usai Gempa Magnitudo 5.0, Sukabumi Diselimuti Kabut Tebal

Usai Gempa Magnitudo 5.0, Sukabumi Diselimuti Kabut Tebal

Opera Timur – Hampir seluruh wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi diselimuti kabut tebal pada Selasa (10/3/2020) malam. Kabut mulai terlihat sekitar pukul 21.15 WIB.

Warga yang sedang berada di kawasan Kota Sukabumi, Budiono (21 tahun) membenarkan, kawasan pusat Kota Sukabumi terlihat lebih adem lantaran kabut menyelimuti. “Jarak pandang sekitar 20 meteran lebih. Tapi enggak terlalu tebal sih, cuma suasananya jadi sedikit sejuk,” kata Budiono kepada sukabumiupdate.com.

Selain di Kota Sukabumi, kabut juga terlihat di kawasan Cibaraja, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. “Lumayan berkabut, tapi karena gelap jadi enggak terlalu kelihatan,” kata Bahtiar (22 tahun), warga Cibaraja.

Melesat ke kawasan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, peristiwa serupa juga terjadi di Kampung Cibodas Hilir, Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu. “Kawasan Cibodas sedikit berkabut,” kata Nandi (32 tahun), warga setempat.

Di kawasan Pajampangan, kabut juga tak ketinggalan menyelimuti. “Gelap sih, tapi kabut lumayan terlihat. Yang tidak terlihat bulan, tertutup awan,” kata Dindin (35 tahun) warga Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.

Kemudian di Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, kabut menyelimuti beberapa lokasi usai gempa merusak beberapa rumah di kawasan tersebut. “Kalapanunggal berkabut setelah diguncang gempa,” kata Syahrul (25 tahun) warga yang sedang berada di Desa Pulosari, Kalapanunggal.

Kabid Informasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan, fenomena kabut yang turun usai Sukabumi diguncang gempa tidak berhubungan.

“Tidak ada hubungan antara gempa dan kabut. Kabut adalah uap air yang berada dekat permukaan tanah berkondensasi dan menjadi mirip awan. Hal ini biasanya terbentuk karena hawa dingin membuat uap air berkondensasi dan kadar kelembaban mendekati 100 persen,” kata Daryono melalui pesan singkat. [skbm]

Continue Reading

Peristiwa Romeo Dan Juliet Di Malang, Pasutri Bunuh Diri Bersama Dan Meninggalkan Surat Wasiat Memilukan

Pasutri Bunuh diri bersama di malang jawa timur

Opera Timur – Sepasang suami istri di malang Jawa timur bunuh diri bersama, dan mereka meninggalkan surat wasiat kepada anak anaknya,

Seperti yang di kutip Suryamalang.com –

Selembar surat ditemukan di saku celana JW, pria asal Kecamatan Wagir, Malang, Jawa Timur, yang ditemukan tewas bunuh diri bersama istrinya, YI (38), Selasa (10/3/2020).

Surat itu berisi permintaan yang ditujukan kepada anaknya berinisial Y.

Makna surat tersebut adalah JW meminta Y untuk menjaga saudara-saudaranya.

Juga ada titipan uang untuk keperluan sehari-hari.

“(sebut nama Y) di dompet bapak ada uang untuk kepentingan hari ini. Maaf, maaf ya Nak, jaga adikmu. Tolong jaga baik-baik ya Nak,” ucap JW di surat wasiatnya.

Juga ada tulisan, “Agus tolong jaga mak yah”. Surat tersebut meminta pertolongan kepada Agus untuk menjaga orangtuanya.

Surat yang diduga ditulis oleh JW itu ingin agar jenazahnya tidak diotopsi, tapi langsung dikubur.

“Ojo oleh diotopsi, ibu ikhlas, bapak ikhlas. Anak2 ku seng pinter, (menyebut nama tiga anak) Kabeh Sak Darah Daging seng rukun. nek golek salah siji digoleli ojo tukaran,” pesan JW di surat itu.

Sebelumnya diberitakan, pasangan suami istri, JW (42) dan YI (38), ditemukan tewas di rumah mereka di Kecamatan Wagir, Malang, Jawa Timur, Selasa (10/3/2020).

Pasangan suami istri ini bunuh diri dengan meninggalkan surat wasiat yang isinya memilukan, terkait anak-anak yang ditinggalkan.

Hingga kini polisi masih mengusut motif yang melatarbelakangi JW dan YI bunuh diri.

JW ditemukan meninggal karena gantung diri. Sedangkan YI diduga meminum racun.

Peristiwa pertama kali diketahui oleh pihak keluarga.

Namun, anggota Polsek Wagir tak menemukan racun di rumah pasangan suami istri ini.

“Memang saat itu ada buih di mulut YI. Tapi kondisi di dalam rumah sudah bersih. Kami cari ke tempat sampah enggak temukan benda mencurigakan. Namun, diduga ada ketidakharmonisan dalam keluarga,” ujar Kapolsek Wagir, AKP Sri Widyaningsih.

Sri menambahkan, tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

“Kami juga tidak tahu karena berbuih saja. Tidak ada tanda kekerasan di tubuh korban. Meninggalnya dua-duanya sudah terlentang di atas lantai. Mungkin karena busa itu. Karena belum ada bukti, keduanya pakai racun apa tidak,” ucap Sri.

Kontak bantuan

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

Berikut daftar layanan konseling yang bisa Anda kontak maupun untuk mendapatkan informasi seputar pencegahan bunuh diri:

Gerakan “Into The Light”

Facebook: IntoTheLightID

Twitter: @IntoTheLightID

Email: intothelight.email@gmail.com

Web: intothelightid.wordpress.com

Save Yourself Facebook: Save Yourselves

Instagram: @saveyourselves.id Line: @vol7047h Web: saveyourselves.org

Continue Reading

Mahasiswa di Makassar Video Call Mantan Pacar Agar Dilihat Gantung Diri

Mahasiswa di Makassar Video Call Mantan Pacar Agar Dilihat Gantung Diri

Opera Timur – Makassar – Mahasiswa berinisial KM (24), tewas gantung diri di kamar kos miliknya di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Polisi menyebut KM nekat bunuh diri karena dia cemburu melihat mantan kekasihnya, EB (19), menjalin komunikasi dengan pria lain. Dari penyelidikan polisi diketahui, KM sempat melakukan percakapan via chat dengan EB yang mengatakan tidak mau hubungannya dengan sang mantan kandas. Namun EB bersikukuh tak mau kembali lagi lantaran kerap menerima kekerasan dari KM. Setelah diduga putus asa dengan jawaban EB, KM lantas mengajak sang mantan video call (VC) lantaran ingin memperlihatkan detik-detik dia gantung diri. detikcom mendapatkan screenshot percakapan …

Continue Reading

Subhanallah, Masyaallah, Al-Quran Ini Tetap Utuh Saat Asrama Korem Ludes Terbakar

Al quran

Opera Timur – Surabaya Tak hanya kesedihan, kebakaran yang melanda asrama korem di Surabaya juga menyisakan cerita yang tak biasa. Yaitu soal Al-Quran utuh meski asrama ludes terbakar. Kebakaran terjadi pada Sabtu (29/2). Korem tersebut berada di Jalan Kesatrian, Kecamatan Wonokromo, Surabaya. Petugas yang mengetahui ada Al-Quran langsung melakukan evakuasi dan memberikannya ke tetangga. Tetangga yang ada di lokasi dan mengetahui hal itu langsung kaget sekaligus kagum. Pasalnya, ada delapan asrama yang ludes dilalap api, tapi Al-Quran itu tetap utuh atau masih bisa dibaca. “Masyaallah, memang kuasa Tuhan. Omahe enteh (rumahnya habis) tapi Qur’ane utuh,” ucap warga yang melihat di …

Continue Reading

Penampakan Mobil Saling Tumpuk Akibat Diterjang Banjir di Jatiasih Bekasi

banjir bekasi,

Bekasi – Banjir di beberapa wilayah di Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi mulai surut, tetapi warga belum bisa kembali ke rumah mereka karena sebagian akses jalan masih tergenang atau terhalang kendaraan yang “bertumpukan” di depan rumah mereka. Dari pantauan Antara pada Kamis (2/1/2020), ketinggian air di Perumahan Jatirasa sudah sangat menurun, meskipun di sejumlah titik masih terdapat genangan, terutama di tempat-tempat cekungan jalan kompleks. Warga pun umumnya belum menempati rumah mereka kembali, mereka menunggu air benar-benar surut. Jalan-jalan di Kompleks Pondok Gede Permai (PGP), yang merupakan lokasi banjir terparah sejak Rabu (1/1), juga masih tergenang. Akses masuk Kompleks PGP juga terhambat karena …

Continue Reading