Pesawat TNI AU Ditembaki OTK di Pegunungan Bintang Papua, Tak Ada Korban

Pesawat TNI AU Ditembaki OTK di Pegunungan Bintang Papua, Tak Ada Korban

Opera Timur – Pesawat CASA CN A-2909 milik TNI AU ditembaki orang tak dikenal (OTK) di Papua. Pesawat tersebut ditembak saat melintas di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) TNI AU, Marsma Fajar Adriyanto, mengatakan tak ada korban dalam peristiwa tersebut. Pesawat juga tetap beroperasi secara normal.

“Pesawat dan crew aman. Hanya kerusakan kecil saja. Tidak terlalu berpengaruh terhadap penerbangan,” kata Marsma Fajar saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (24/3/2020).

Peristiwa penembakan itu terjadi pada Senin (23/3/) pagi. Pesawat ditembaki OTK saat terbang pada ketinggian 4.800 kaki di atas Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang.

[irp]

Dari informasi yang dihimpun, pesawat tersebut sedang melaksanakan rute penerbangan Jayapura-Oksibil. Marsma Fajar menegaskan tak ada gangguan penerbangan terhadap pesawat tersebut.

“Hari itu juga langsung terbang lagi ke Jayapura,” ujar dia. [dtk]

Ketua Komisi VI Usul Gedung DPR Bisa Jadi RS Darurat untuk Pasien Corona

Ketua Komisi VI Usul Gedung DPR Bisa Jadi RS Darurat untuk Pasien Corona

Opera Timur – Politikus Partai Kebangkitan Bangsa Faisol Riza melontarkan usulan agar gedung DPR RI bisa disulap menjadi rumah sakit darurat tambahan, guna menampung pasien virus corona Covid-19.

Ketua Komisi VI DPR RI ini menyampaikan usulan tersebut melalui unggahan pada akun Facebook pribadinya, Selasa (24/3/2020).

“Kalau 1.800 kamar di RS Darurat Wisma Atlet tak cukup menampung pasien corona, saya usul Gedung DPR RI diubah menjadi RS Darurat tambahan,” tulis Faisol.

Ia menambahkan, “Insyaallah seluruh pasien corona tetap dapat ditangani dengan baik”.

Sejumlah warganet setuju dengan usulan Faisol Riza tersebut. Beberapa di antaranya pun memuji politikus PKB ini.

Usulan Faisol Riza pakai Gedung DPR sebagai rumah sakit darurat tambahan (Facebook Faisol Riza)
Usulan Faisol Riza pakai Gedung DPR sebagai rumah sakit darurat tambahan (Facebook Faisol Riza)

“Bapak dewan kita sungguh mulia,” tulis Ariani Djalal.

“Rapatkan segera dengan unsur pimpinan. Deal,” komentar Ainur Rahim.

“Setuju pakai banget,” tulis Wuwun Widiawati.

Wisma Atlet jadi RS darurat

Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat diubah menjadi rumah sakit darurat untuk penanganan virus corona atau Covid-19.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau tempat tersebut, Senin (23/3/2020), mengatakan Wisma Atlet mempunyai kapasitas untuk 24 ribu orang yang telah disiapkan untuk 3 ribu pasien.

“Perlu saya sampaikan Wisma Atlet ini memiliki kapasitas 24 ribu orang yang saat ini sudah disiapkan untuk 3 ribu pasien dengan wilayah ruang yang telah ditata dengan managemen yang baik,” kata Jokowi.

Wisma atlet yang alih fungsi menjadi RS darurat corona (BPMI)
Wisma atlet yang alih fungsi menjadi RS darurat corona (BPMI)

Kepala Negara menyampaikan, seluruh sarana dan prasarana Wisma Atlet sebagai rumah sakit darurat untuk penanganan Covid-19 telah siap. Selain itu Jokowi mengklaim ruang penanganan pasien, ventilator, hingga alat pelindung diri (ADP) telah tersedia.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya TNI Yudo Margono mengatakan bahwa ada sekitar 225 tenaga medis yang akan bertugas di RS darurat Wisma Atlet.

“Ini dari 225 tim medis sudah dibagi oleh satgaskes di situ menjadi tiga shift. Nantinya ini untuk menangani dan untuk mengantisipasi sejumlah pasien yang akan datang, kemungkinan berapapun jumlahnya dengan kapasitas tidur yang sudah tersedia tentunya,” kata Yudo, Senin (23/3/2020).

Ia menjelaskan bahwa RS darurat ini mulai beroperasi pada Senin sore.

Yudo menjelaskan ada tiga satgas yang disiapkan berkenaan dengan operasional Wisma Atlet.

Mulai dari satgas pendamping terdiri dari tenaga medis yang berada di ring satu, satgas pendukung dari Kodam Jaya, dan satgas pengamanan dari Marinir dan TNI AU. [sr]

KH Maimoen Zubair dinilai layak menjadi teladan di bidang keagamaan dan politik.

KH Maimoen Zubair dinilai layak menjadi teladan di bidang keagamaan dan politik.

Opera Timur – Umat Islam Indonesia kehilangan ulama kharismatiknya, KH Maimoen Zubair yang biasa dipanggil Mbah Moen pada musim haji tahun lalu. Mbah Moen baruberpulang ke rahmatullah di Tanah Suci Makkah pada 6 Agustus 2018 lalu, tepatnya pada pukul 14.17 WIB.

Dalam sejarah hidupnya, Mbah Moen tidak hanya memiliki kharisma di kalangan para ulama, tapi juga sangat dihormati oleh para politisi nasional. Karena itu, Mbah Moen layak menjadi teladan di bidang keagamaan dan politik.

KH Maimoen Zubair lahir di Sarang, Rembang, Jawa Tengah, pada 28 Oktober 1928. Maimoen merupakan putra pertama Kiai Zubair Dahlan, seorang ulama yang pernah berguru pada Syaikh Said al-Yamani serta Syaikh Hasan al-Yamani al-Makky. Ibunya, Nyai Mahmudah adalah putri dari Kiai Ahmad bin Syu’aib, pendiri Pesantren al-Anwar Sarang Rembang.

Dalam buku berjudul “3 Ulama Kharismatik Nusantara”, dijelaskan bahwa keilmuan dan kealiman Kiai Zubair diakui hingga ke negeri jiran. Beliau adalah sosok guru yang telah melahirkan banyak ulama di tanah air, meskipun tidak memiliki pesantren sendiri. Kedalaman ilmu agama orang tuanya itu menjadi basis pendidikan agama Maimoen.

Sejak kecil, Maimoen didik oleh orang tuanya secara langsung. Pada 1945, Maimoen kemudian melanjutkan belajar agama di Pesantren Lirboyo, Kediri, di bawah bimbingan KH Abdul Karim. Selama di Lirboyo, Maimoen juga mengaji kepada KH Mahrus Ali.

Maimoen adalah santri yang cerdas. Dalam masa belajarnya, Mbah Moen sudah hafal beberapa kitab yang kerap diajarkan di pesantren, seperti kitab Al-Jurumiyah, Imrithi, Alfiyah Ibnu Malik, Matan Jauharot Tauhid, Sullamul Munauroq, serta Rohabiyyah fil Faroidh.

Tidak hanya itu, Maimoen juga menguasai kitab-kitab fiqih mazhab Syafii, seperti kitab Fathul Qarib, Fahul Muin, Fathul Wahab, dan kitab-kitab lainnya. Pada umur 21 tahun, Maimoen melanjutkan studinya ke Makkah dan sempat belajar pada ulama berjulul Musnid Dunya, Syekh Yasin Al Fadani.

Setelah itu, Maimoen juga meluangkan waktunya untuk mengaji ke beberapa ulama di Jawa, di antaranya Kiai Baidhowi, KH Ma’shum Lasem, KH Wahab Chasbullah, KH Muslih Mranggen (Demak), dan beberapa kiai lainnya.

Arab Saudi Minta RI Tunda Penyelesaian Kontrak Layanan Haji 2020

Arab Saudi Minta RI Tunda Penyelesaian Kontrak Layanan Haji 2020

Opera Timur – Beredar surat dari Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta tertanggal 13 Maret 2020, yang ditujukan kepada Menteri Agama RI Fachrul Razi agar menunda penyelesaian kewajiban baru terkait musim haji 1441 H/2020, terkait penyebaran wabah Corona/Covid-19.

Dalam surat tersebut, Kedubes Arab Saudi melampirkan surat dari Menteri Urusan Haji dan Umrah Mohammed Saleh T Banten kepada Menteri Agama RI, yang intinya meminta Menag RI menginstruksikan Kantor Urusan Haji Indonesia di Arab Saudi agar bersabar untuk menyelesaikan kewajiban baru berkaitan haji tahun 1441 H/2020 hingga jelasnya wabah Corona (kapan berakhir).

Penyelesaian kewajiban baru yang dimaksud terkait dengan upaya delegasi Urusan Haji RI di Arab Saudi untuk melakukan perjanjian kontrak layanan pemondokan dan transportasi (udara dan darat) jemaah haji Indonesia tahun 1441 H/2020.

Permintaan ini merujuk perkembangan wabah Corona/Covid-19, serta berdasarkan rekomendasi otoritas kesehatan untuk menerapkan standar kehati-hatian yang tinggi guna menghalau virus dan penularannya secara regional dan internasional.

Termasuk meningkatkan langkah-langkah pencegahan untuk memberikan perlindungan maksimal,menerapkan standar keselamatan untuk menjaga kesehatan para pengunjung Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi terus mengikuti perkembangan virus dan dampaknya, serta meninjau tindakan pencegahan sesuai dengan perkembangan baru, dan akan menyampaikannya kepada Menteri Agama RI.

Arab Saudi Minta RI Tunda Penyelesaian Kontrak Layanan Haji 2020
Arab Saudi Minta RI Tunda Penyelesaian Kontrak Layanan Haji 2020

Surat Kedubes Arab Saudi yang meminta Menag RI menunda persiapan haji

Seperti diketahui, Kementerian Agama masih terus melakukan berbagai persiapan untuk musim haji 1441 H/2020. Diantaranya dengan melakukan seleksi petugas haji kloter/non kloter, baik tingkat kabupaten/kota maupun pusat.

Bahkan, pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) untuk jamaah haji reguler, Petugas Haji Daerah (PHD), dan Pembimbing Ibadah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) akan dibuka tahap pertama pada hari ini, Kamis, 19 Maret 2020 sampai 17 April 2020.

Sedang untuk tahap kedua dibuka dari 30 April sampai 15 Mei 2020. [vvnews]

Cegah Corona, Polisi akan Bubarkan Kerumunan Masyarakat

Cegah Corona, Polisi akan Bubarkan Kerumunan Masyarakat

Opera Timur – Masyarakat yang beraktivitas secara bergerombol atau berkumpul, masih ditemui di wilayah Jakarta. Polisi pun akan turun tangan membubarkan kerumunan masyarakat guna menekan risiko penyebaran virus corona.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, patroli yang dilakukan itu bukanlah bentuk razia. Namun, hanya sekadar untuk memberikan imbauan kepada masyarakat yang masih berkumpul agar kembali ke rumah masing-masing.

“Bukan razia, mengimbau orang-orang yang berkerumun agar sebaiknya kembali saja di rumah untuk mencegah penyebaran virus corona,” kata Yusri saat dikonfirmasi, Ahad (22/3).

Yusri mengungkapkan, Polri melakukan hal itu sesuai dengan arahan yang sebelumnya disampaikan oleh Pemerintah Provinsi DKI kepada masyarakat untuk menghindari keramaian. Sehingga dapat mencegah penyebaran virus corona.

“Sesuai imbauan pemerintah daerah,” imbuhnya.

Sebelumnya diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memaksimalkan lurah dan camat untuk mengkampanyekan social distancing measure atau pembatasan jarak sosial terhadap orang lain, demi mencegah penularan virus corona atau Covid-19. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga kembali mengimbau agar semua kegiatan yang mengundang banyak orang agar dikurangi secara signifikan.

Tidak hanya lurah dan camat, Anies pun mengatakan, petugas keamanan, seperti Babinsa dan Babinkamtibmas akan turut diikutsertakan dalam mengkampanyekan gerakan social distancing measure itu.

“Perlu digarisbawahi bahwa langkah ini semua kita kerjakan bersama-sama antara pemprov, kemudian unsur Polda, unsur Kodam bahkan terus ke bawah bahkan sampai ke Polsek, Babinsa, Bhabinkamtibmas. Semuanya bekerja bersama di lapangan,” kata Anies, Kamis (19/3). [rep]

Bolehkah Biarkan Anak Bermain dengan Temannya saat Pandemi Corona?

Bolehkah Biarkan Anak Bermain dengan Temannya saat Pandemi Corona?

Opera Timur –  Saat semakin banyak sekolah di seluruh dunia menghentikan kegiatan belajar-mengajar untuk sementara, para orang tua gamang tentang apa yang boleh dan tidak semestinya dilakukan anak mereka.

Pertanyaannya, apakah anak Anda memang boleh bermain di luar rumah bersama kawan-kawannya? Apakah anjuran menjaga jarak sosial memutus waktu bermain mereka?

Jika Katherine Wilson bisa kembali ke masa lalu dan mengulang segalanya, dia tidak akan mengajak keluarganya makan malam di rumah tetangganya.

Dua pekan lalu, Wilson, ibu dua anak yang tinggal di Roma, mendapat undangan makan malam bersama dua keluarga lainnya. Ketika itu, virus corona tengah menyebar ke seluruh Italia dan pemerintah setempat belum meminta warganya berdiam di rumah.

“Saya dan suami saya berpikir `oh kami akan ada di apartemen seseorang, itu bukan kegiatan yang dihadiri orang banyak`,” ujarnya kepada BBC.

Pada waktu yang sama, Wilson berkata, ia dan banyak ibu-ibu lainnya menjadikan masa `belajar di rumah` sebagai liburan tambahan.

“Ini sangat bagus, seperti liburan singkat. Mari kita pergi taman yang belum pernah kita kunjungi,” ujarnya mengingat pemikirannya hari-hari sebelumnya.

Namun setelah melihat bagaimana virus corona melumpuhkan seluruh Italia, Wilson berharap dia lebih aktif membatasi aktivitas keluarganya.

“Agak bodoh untuk pergi, tapi berkata tidak sepertinya sebuah hal yang berlebihan saat itu,” kata dia.

Beberapa hari setelahnya, pemerintah Italia menutup setiap wilayah negara mereka. Artinya, tidak ada taman atau waktu bermain bagi anak-anak.

“Penutupan total lebih mudah diterima ketimbang ketidakpastian saat kami harus mengambil keputusan di kala anak-anak atau teman-teman mendesak,” ujar Wilson.

“Ada sedikit penilaian sinis, baik dari orang yang menganggap keputusan pemerintah berlebihan atau yang menilainya terlalu ringan.”

Di seluruh dunia, banyak orang tua merasa bimbang seperti Wilson, terutama tentang sosialiasi dan jam bermain anak.

Di sisi lain, pemerintah mungkin tidak memberlakukan pembatasan yang membatasi pergerakan masyarakat. Namun, pejabat kesehatan mengatakan jarak aman sosial diperlukan untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Apakah bermain tenis aman? Bagaimana dengan aktivitas di taman atau rumah teman?

Keri Althoff, profesor ilmu epidemologi di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health in Baltimore, Amerika Serikat, menyebut pembatasan jarak antarmanusia wajib dilakukan semua orang, termasuk anak-anak. Setiap orang disarankan selalu berjarak setidaknya dua meter dari orang lain.

Artinya, tidak ada peluang untuk bermain basket atau sepakbola.

Walau mungkin ada permainan dengan tingkat kontak rendah yang memungkinkan anak-anak berkegiatan bersama, seperti tenis atau petak umpet, meminta anak untuk menjaga diri selama jam bermain mungkin tidak masuk akal.

“Tidak ada orang yang menjaga jarak satu sama lain di taman bermain. Prinsip itu tidak dikenal di tempat seperti itu,” kata Althoff.

Ada juga bukti bahwa virus corona bisa bertahan di permukaan selama beberapa waktu. Jadi, menurut Althoff, lebih baik menghindari menyentuh permukaan apapun, baik lapangan maupun alat olahraga.

Meski anak-anak biasanya menunjukkan gejala ringan virus corona, mereka tetap bisa menyebarkan penyakit itu kepada orang lain.

Artinya, walau anak Anda maupun anak kawan Anda terlihat sangat sehat, mereka bisa menjadi penyebar virus, termasuk kepada orang dewasa.

“Para orang tua harus memperhatikan diri mereka sendiri juga mulai sekarang,” tutur Althoff.

Pemerintah lokal perlu lebih tegas menjelaskan definisi jarak aman antarmanusia, kata pakar epidemologi di Ariadne Labs, Katherine Semrau.

“Apa yang kita lakukan saat ini akan berdampak pada hal-hal yang bisa kita perbuat dua hingga tiga pekan ke depan,” ujarnya.

Meski orang-orang di sekitar Anda tidak berada di wilayah yang ditutup seperti Italia, Semrau menyebut mereka semestinya membatasi diri untuk berpergian.

Althoff berkata, para orang tua semestinya mengantisipasi berbagai larangan lainnya beberapa hari ke depan. Orang tua didorongnya membuat rencana agar anak-anak dapat menghadapi situasi tersebut.

Dua pejabat Negara Positif Covid 19 Kabar terbaru adalah Wali Kota Bogor, Bima Arya

Wali Kota Bogor Bima Arya positif covid 19

Opera Timur –  Ancaman virus Covid-19 semakin nyata di Indonesia. Berdasarkan data hingga Kamis (19/3) petang, tercatat sudah ada 309 kasus positif Covid-19. Dari jumlah tersebut, 25 orang di antaranya sudah dinyatakan meninggal dunia.

Namun, dari ratusan orang yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut, dua pejabat negara sudah secara resmi diumumkan ke publik. Kabar terbaru adalah Wali Kota Bogor, Bima Arya. Ia dinyatakan positif Covid-19 setelah kembali dari kunjungan kerja ke Turki dan Azerbaijan, yang tiba kembali di Kota Bogor pada Senin (16/3).

Sementara, pejabat negara yang kali pertama diumumkan positif Covid-19 adalah Budi Karya Kusuma pada 14 Maret silam. Menteri Perhubungan itu diduga terinfeksi berkaitan dengan aktifitasnya dengan penyambutan warga negara Indonesia dari luar negeri.

Sebelumnya tersiar pula kabar adanya pejabat dari PDAM Cianjur yang melakukan liburan ke Eropa. Dalam sejumlah laporan dikabarkan ada delapan orang rombongan yang terdiri dari dua orang direksi, tiga staf, dan tiga orang perempuan yang merupakan istri dari pejabat. Rombongan tersebut dilaporkan sudah tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (19/3) petang.

Artikel ini sudah tayang di republika.co.id dengan judul:  Di Indonesia: 2 Pejabat Negara Positif, 309 Total Nasional

BNPB akan mempusatkan rilis data terkait Covid-19 dalam satu website

Bnpb menyiapkan web untuk rilis data covid 19

Opera Timur – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera menyiapkan website atau laman resmi serta sejumlah fasilitas untuk keperluan merilis data terkait penanganan Covid-19 (corona virus disease 2019).

“Jadi semuanya dipusatkan di sini dan sudah mulai diaktifkan poskonya,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo di Jakarta, Selasa (17/3).

Selain menyiapkan fasilitas, juga terdapat pakar dan sejumlah organisasi terkait percepatan penanganan Covid-19 di Tanah Air. Terkait organisasi-organisasi yang disiapkan BNPB, ia mengatakan nantinya terdapat gugus tugas dimana di dalamnya ada komandan serta wakil komandan.

Menurutnya, sesuai instruksi Presiden terkait gugus tugas dalam kebencanaan, kepala daerah secara otomatis akan menjadi komandan dan kemudian di bawahnya minimal ada dua wakil komandan. “Nanti wakil komandannya ada dua dari pihak TNI dan Polri. Kemudian di bawahnya juga ada sub-sub gugus lain,” ujarnya.

Agus mengatakan setidaknya ada empat sub gugus yang harus dipenuhi yakni pencegahan, respon, pemulihan serta pakar. Hal ini tentunya dapat dilakukan pula dengan bantuan pihak-pihak terkait lainnya agar penanganan dapat terlaksana lebih cepat.

Secara umum, kata dia, saat ini ada Keputusan Presiden (Keppres) nomor 7 tahun 2020 yang di dalamnya terdapat gugus tugas percepatan penanganan bencana COVID-19 dengan BNPB sebagai koordinatornya. Dalam Keppres itu juga ada klausul untuk memerintahkan setiap kepala daerah baik itu gubernur, walikota ataupun bupati dalam menetapkan status keadaan darurat.

Artikel ini sudah tayang di republika.co.id dengan judul : BNPB Siapkan Website dan Fasilitas Rilis Data Covid-19

Perbaikan kubah masjid Baburrohman Papua bentuk kepedulian sosial.

Perbaikan kubah masjid Baburrohman Papua bentuk kepedulian sosial.

Opera Timur – JAYAPURA— Personel TNI dari Koramil 1711-13/GTR dipimpin Lettu Inf Sabarudin selaku Wadanramil melaksanakan kerja bakti untuk membantu masyarakat dalam perbaikan kubah Masjid Baburohman Prabu Atas di Kampung asiki, Distrik Jair, Kabupaten Boven Digoel, Papua.

[irp]

“Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masyarakat agar proses pengerjaan kubah masjid cepat terselesaikan sehingga dapat digunakan beribadah bagi umat muslim di sekitar Masjid Baburohman,” kata Lettu Sabarudin di Kota Jayapura, Papua, Selasa (17/3).

[irp]

Sebagai satuan komando kewilayahan, kata dia, Koramil 1711-13/GTR mempunyai wilayah teritorial yang cukup luas.

“Berbagai macam kegiatan sudah sering kami lakukan di berbagai wilayah binaan Ramil 1711-13/GTR, salah satu contoh kegiatan kerja bakti perbaikan kubah masjid,” katanya.

[irp]

Hal tersebut, kata dia, merupakan salah satu cara untuk membantu masyarakat dalam setiap kesulitan yang sedang mereka hadapi serta mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Ini juga bagian dari komunikasi sosial dengan warga dan pembinaan teritorial,” kata Lettu Sabarudin.

Katimin mewakili masyarakat Kampung Asiki mengaku berterima kasih dengan adanya anggota Koramil 1711-13/GTR melaksanakan kerja bakti tersebut.

“Kami warga Kampung Asiki khususnya yang beragama Islam sangat bersyukur dan merasa terbantu dalam proses pengerjaan kubah Masjid Baburohman,” katanya.

Artikel ini sudah tayang di Republika.co.id dengan judul : Personel TNI Bantu Perbaiki Kubah Masjid Baburrohman Papua

Fatwa MUI: Kalau Corona Sudah Mengancam, Salat Tarawih dan Ied Ditiadakan

Opera Timur – Majelis Ulama Indonesia menerbitkan fatwa terkait penyelenggaraan ibadah dalam situasi menyebarnya wabah virus corona Covid-19.

Apabila penyebaran Covid-19 sudah masuk dalam kategori membahayakan, maka tidak diperkenankan masyarakat untuk melakukan ibadah salat secara berjemaah.

Fatwa itu termasuk untuk shalat tarawih dan sholat Ied pada bulan Ramadan 2020.

Fatwa itu dibuat Komisi Fatwa MUI dengan Nomor 14 Tahun 2020 dan diteken oleh Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin AF pada 16 Maret 2020.

Baca Juga: 63 Warga Sragen Masuk Daftar ODP Virus Corona, Mayoritas TKI

Dalam fatwa yang dibuat tertulis, orang yang sudah dinyatakan positif terpapar Covid-19 wajib untuk mengisolasi diri agar tidak menyebarkan virus itu kepada orang lain.

Baca Juga: Bertambahnya OPD Corona Di Jawa Tenga, Mayoritas Eks TKI

Apabila orang yang sudah terpapar tersebut hendak melaksanakan salat Jumat, maka sejatinya bisa diganti dengan salat Zuhur yang dilaksanakan di rumah.

Orang yang sudah terpapar juga diharamkan untuk melakukan salat lima waktu secara berjemaah, tarawih, maupun Ied di masjid atau tempat umum lainnya.

  • UAE, menangguhkan penerbangan dari 4 negara ini
  • Arab Saudi, menangguhkan penerbangan internasional Selama Dua Minggu Dimulai Dari hari Minggu 15 Maret,
  • Valentino Rossi: Galang Dana, Bantu Penanganan Virus Corona Beli Peralatan Rumah Sakit di Italia

MUI juga memfatwakan haram bagi orang terpapar virus corona untuk menghadiri pengajian umum dan tablig akbar. Hal itu guna mengindari penularan virus secara massal.

Pelarangan untuk melangsungkan salat yang sifatnya berjmaah di tempat umum juga berlaku bagi orang yang sehat ataupun tidak terpapar Covid-19.

Namun ada catatan yang meski diperhatikan. Apabila tengah berada di suatu kawasan yang potensi penularannya tinggi atau sangat tinggi berdasarkan ketetapan pihak yang berwenang, maka ia boleh meninggalkan salat Jumat.

Yang bersangkutan lantas bisa menggantikan salat Jumat itu dengan salat Zuhur di tempat kediaman.

Kondisi serupa berlaku apabila penyebaran wabah Covid-19 mulai mengancam jiwa.

“Umat Islam tidak boleh menyelenggarakan shalat jumat di kawasan tersebut, sampai keadaan menjadi normal kembali. Demikian juga tidak boleh menyelenggarakan aktivitas ibadah yang melibatkan orang banyak dan diyakini dapat menjadi media penyebaran COVID-19,” tutur Hasanuddin.

Sedangkan untuk yang berada di lingkungan yang potensi penularannya rendah berdasarkan ketetapan pihak yang berwenang, maka ia tetap wajib menjalankan kewajiban ibadah sebagaimana biasanya.

Tidak lupa MUI juga wajib menjaga diri agar tidak terpapar virus Corona, seperti tidak kontak fisik langsung yakni bersalaman, berpelukan, cium tangan, membawa sajadah sendiri, dan sering membasuh tangan dengan sabun.

“Dalam kondisi penyebaran COVID-19 terkendali, umat Islam wajib menyelenggarakan shalat Jumat,” ujarnya. [sr]