Valentino Rossi: Galang Dana, Bantu Penanganan Virus Corona Beli Peralatan Rumah Sakit di Italia

Valentino Rossi: Galang Dana, Bantu Penanganan Virus Coro Beli Peralatan Rumah Sakit di Italia

Opera Timur – TAVULLIA – Di tengah ancaman Covid-19 atau virus corona yang menghantam Italia, Valentino Rossi tergerak untuk membantu Rumah Sakit Marche Nord untuk membeli perlengkapan terhadap pasien yang terinfeksi virus tersebut.

Melalui perusahaan dagangnya (VR46), pembalap berjuluk The Doctor itu memiliki inisiatif kepada siapa pun yang ingin menyumbangkan donasinya untuk membantu rumah sakit membeli peralatan ventilasi tersebut.

Rossi tampaknya merasa prihatin dengan kondisi di negaranya. Maklum, Italia diketahui merupakan negara kedua yang tercatat memiliki jumlah yang terinfeksi terbanyak setelah China.

Menurut data terbaru, Jumat (13/3/2020) dini hari WIB, virus corona di Italia sudah menginfeksi 15.113 orang dengan korban tewas mencapai 1.016 orang hingga. Para petugas medis di negara itu juga mulai kewalahan dalam “perang” melawan wabah tersebut.

  • Baca Juga:
  • Valentino Rossi: Galang Dana, Bantu Penanganan Virus Corona Beli Peralatan Rumah Sakit di Italia
  • Ustadz Adi Hidayat, UAH: Mengungkap Obat Virus Corona Dalam Al Quran
  • UAE United Arab Emirates: menunda penerbitan semua visa masuk mulai 17 Maret

Kondisi itulah yang membuat Rossi berinisiatif untuk melakukan donasi pembelian peralatan rumah sakit, seperti tempat tidur, pembelian obat, riset penanganan Covid-19, hingga biaya kesehatan lainnya.

Saat ini donasi yang terkumpul sudah mencapai 3,6 juta Euro atau sekira Rp60,4 miliar. “VR46, bersama-sama dengan pengusaha lain dari Marche, telah berkontribusi pada pengumpulan dana untuk asosiasi ‘Together for Marche Nord’, dengan tujuan membeli respirator baru untuk Rumah Sakit Azienda Ospedaliera Marche Nord,” jelas Rossi dikutip dari Motorsport, Sabtu (14/3/2020).

“Dengan keyakinan dalam tindakan untuk mengatasi keadaan darurat Coronavirus, VR46 mengundang siapa pun untuk bertindak sesuai dengan ketentuan dan berkontribusi untuk penggalangan dana untuk membantu mengatasi hari-hari yang sulit ini. Siapa pun yang ingin membantu, IBAN dari Asosiasi adalah: IT45P0882613300000000109407.”

Tak hanya Rossi, Francesco Bagnaia juga tergerak untuk membantu mengumpulkan dana. Pembalap Pramac Ducati itu telah meluncurkan kampanye GoFund dengan fan club-nya untuk mengumpulkan donasi ke unit perawatan intensif Rumah Sakit Universitas Turin.

“Waktunya telah tiba untuk bergabung untuk membantu Sistem Kesehatan pada saat yang sulit ini. Penggalangan dana untuk ‘Turin Città della Salute’, yang akan menggunakannya untuk unit perawatan intensif. Berkontribusi juga, itu hanya gerakan kecil,” pungkas Bagnaia.

Artikel ini Sudah tayang di sindonews.com dengan judu: Bantu Penanganan Virus Corona, Rossi Galang Dana Beli Peralatan Rumah Sakit di Italia

Italia di Lockdown, Rutinitas Dovizioso Jadi Terbatas

Italia di Lockdown, Rutinitas Dovizioso Jadi Terbatas

Opera Timur – Pandemi Virus Corona menganulir rencana Andrea Dovizioso untuk menjalani latihan saat situasi mengenai pagelaran MotoGP 2020 masih belum memiliki kejelasan kapan balapan akan dimulai. Pasalnya, Dorna Sports selaku otoritas tertinggi kejuaraan dunia serta FIM dan IRTA terpaksa menunda sejumlah balapan.

Keadaan darurat mengenai kapan pandemi virus corona ini masih belum diketahui mengingat status tersebut harus diumumkan langsung oleh WHO. Ini tentunya merusak semua rencana yang sudah dijadwalkan oleh Dovizioso.

“Sayangnya kami tidak bebas melakukan rutinitas kami seperti biasa. Kami semua sangat terbatas, namun pelatihan gym tidak dikondisikan meskipun program kami telah berubah,” kata Dovizioso dikutip dari Sky Sport, Minggu (15/3/2020).

“Kami sudah menyiapkan segalanya dan siap untuk musim ini. Tidak ada yang berubah, dalam arti saya masih terus melatih,” tambahnya.

Penundaan balapan MotoGP setidaknya menghadirkan banyak spekulasi. Dari mulai menggeber balapan setiap pekannya tanpa ada jeda istirahat atau memangkas balapan musim ini.

Semua spekulasi itu masih bisa saja terjadi dan Dovizioso mengatakan konsekuensinya tergantung pada kapan, tanggal berapa, dan berapa banyak balapan yang akan dilakukan sirkus MotoGP. Semakin padat, semakin sulit. Tapi jujur, kata Dovi, pada saat ini dirinya tidak melihat kalender dan saya tidak dapat membuat prediksi.

“Tidak ada gunanya untuk duduk sesuai rencana. Ketika mereka berkata kepada kami: ‘Kita mulai dari jalur ini, hari ini’, maka kita dapat mulai membuat alasan.”

Meskipun menyimpan kekecewaan berat terkait masalah ini, namun Dovizioso tetap mengambil hikmah dari situasi balap yang tidak memiliki kejelasan ini. Sebab, dia dapat memanfaatkan waktu di rumahnya sembari menjaga kebugarannya.

“Untungnya, selama kurang lebih satu tahun saya memiliki gudang di samping rumah, tempat saya menyimpan sepeda dan melakukan pelatihan lari. Ini gym pribadi saya, dan saya menghabiskan waktu di sana untuk pelatihan. Untuk selebihnya, sekarang ada waktu untuk melakukan tugas-tugas tertentu di rumah,” beber Dovizioso. [sndo]