Update Virus Corona di Jatim: 51 Positif, 142 PDP dan 2.003 ODP

Update Virus Corona di Jatim: 51 Positif, 142 PDP dan 2.003 ODP

Opera Timur – SURABAYA – Penyebaran covid 19 atau virus corona di Provinsi Jawa Timur atau Jatim terus meluas. Bila sebelumnya warga yang positif virus corona ada 41 orang, kini bertambah menjadi 51 orang.

Begitu juga dengan Pasien dalam Pengawasan atau PDP ada penambahan yakni menjadi 142 orang. Serta pada Orang dalam Pemantauan atau ODP juga ada penambahan menjadi 2.003 orang. Untuk penyebaran ODP dan PDP sudah ada pada kabupaten/kota di Jatim.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, update dinamika penyebaran covid 19 di Jatim sesuai pengumuman pemerintah pusat, untuk di Jatim hari ini terkonfirmasi ada tambahan 10 cofid 19.

Di mana rinciannya 5 orang dari Magetan, 2 orang di Surabaya, 2 orang dari Sidoarjo dan 1 orang di Kota Malang.

“Tambahan yang positif total di Jatim jadi 51 (orang). PDP ada 142 orang, dan ODP ada 2.003 orang hasil tresing sampai jam 16.00 WIB sore,” terang Khofifah di gedung Grahadi, Selasa (24/3/2020).

Menurut Khofifah, angka pergerakan ODP dan PDP sudah menyebar pada Kabupaten/Kota di Jatim. Pihaknya meminta pada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan pola hidup sehat dan bersih supaya terhindar dari virus corona. [okzn]

15 Pasien di Jatim Positif Corona, 72 Orang Masuk Daftar PDP

15 Pasien di Jatim Positif Corona, 72 Orang Masuk Daftar PDP

Opera Timur – SURABAYA – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyebut, hingga pukul 16.00 WIB, jumlah pasien positif Covid-19 bertambah enam orang menjadi 15 orang. Penambahan enam orang pasien baru tersebut berasal dari sejumlah Rumah Sakit (RS) di Surabaya.

Sementara itu, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 635 orang. Dari jumlah tersebut, mayoritas berasal dari Surabaya sebanyak 175 orang. Disusul Malang Raya sebanyak 74 orang.Lalu Blitar Kabupaten dan Kota sebanyak 87 orang, Jember 43 orang, Mojokerto 23 orang, Lumajang 20 orang. Sisanya tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Jatim.

Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 72 orang. Dari jumlah itu, 32 orang berasal dari Surabaya. Disusul Malang Raya sebanyak 8 orang, Sidoarjo 5 orang. Sisanya tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Jatim.“Jumlah ini (pasien positif Covid-19, ODP dan PDP) merupakan hasil tracing (pelacakan) dalam dua hari terakhir ini,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Jumat (20/3/2020).

Pemprov Jatim sudah melakukan sejumlah upaya guna mengantisipasi penyebaran virus Corona ini. Di tempat ibadah misalnya, dilakukan penyemprotan disinfektan, penyediaan hand sanitizer dan menyiapkan tempat cuci tangan dan sabun serta air mengalir.“Kami sudah koordinasi dengan sejumlah organisasi dan pemuka agama Kristen, mengingat tiap hari Minggu ada ibadah. Kami juga minta agar dilakukan antisipasi,” ujar Wakil Gubernur (Wagub) Jatim Emil Elestianto Dardak. [SINDO]

Warga Periksa Virus Corona di RS Unair Surabaya Membeludak

Warga Periksa Virus Corona di RS Unair Surabaya Membeludak

Opera Timur – Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Surabaya meminta pulang sebagian pasien yang ingin periksa virus corona. Sebab pasien pemeriksa virus corona membeludak.

Sementara rumah sakit tidak bisa memeriksa semua pasien. Hanya bisa memeriksa 100 pasien perhari.

RS Unair Surabaya ditunjuk Kementerian Kesehatan menjadi tempat tes virus corona atau COVID-19.

“Alhamdulillah saya dapat nomor antrean 67 mas, dan datang Pukul 07.30 WIB. Pasien lain yang datang pukul 08.00 WIB tidak menerima nomor antrean karena kuotanya sudah habis, sehingga harus pulang,” kata salah seorang pasien perempuan yang berasal dari Surabaya, Selasa (17/3/2020).

Perempuan berjilbab ini mengaku, sebelumnya dia harus bolak-balik ke RSUA untuk mendapatkan nomor antrean. Sebab saat dirinya datang Senin kemarin pukul 11.00 WIB nomor antreannya sudah habis. Sehingga harus balik dan kembali ke tempat tersebut pada Selasa pagi.

Antrean sempat terlihat sekitar pukul 08.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB, namun beberapa petugas rumah sakit kemudian menyarankan pasien yang mendapatkan nomor urut 40 ke atas untuk pulang terlebih dahulu, dan kembali siang hari. Hal ini untuk menghindari antrean di depan Poli Khusus yang disiapkan RSUA.

Sebelumnya, Direktur Utama RSUA Prof Nasronudin mengusulkan ke Dinas Kesehatan Jawa Timur untuk membentuk Satgas Gabungan yang dari berbagai rumah sakit di Surabaya guna mengoptimalkan pemeriksaan virus corona.

“Mengingat tenaga terbatas dan peminat banyak, kami usul ke Dinas Kesehatan untuk membuat Satgas Gabungan dari berbagai RS di Surabaya untuk saling menguatkan dalam memberikan kelayakan pemeriksaan,” katanya.

Dia mengatakan, pembentukan Satgas Gabungan dirasa perlu karena semenjak dibuka lima hari yang lalu sudah ada 500 lebih pasien yang melakukan tes di RSUA.

“Karena itu mulai hari ini, kami batasi jumlah 100 pasien per hari untuk tes karena keterbatasan SDM (sumber daya manusia),” katanya.

Nasron menambahkan, sebagai salah satu RS yang ditunjuk pemerintah dari sekian ratus RS rujukan yang mewakili PTN, pihaknya berusaha memberikan layanan yang terbaik.

“Namun, jika ada beberapa hal yang kurang memuaskan, kami berharap agar masyarakat bisa menerima. Mengingat situasi ini merupakan kondisi yang tidak lazim,” ujarnya.

Pihaknya berharap wabah COVID-19 ini segera berakhir. Untuk itu diperlukan kerja bersama dari berbagai pihak agar pandemi tersebut tidak semakin meluas.

“Kami dari pihak RSUA tetap berusaha bekerja dengan baik dan tetap benar. Untuk itu, kami mencoba terus melakukan pembenahan dan perbaikan dalam memberikan kenyamanan layanan kepada masyarakat,” katanya. [sr]

Pasien Korona Asal Jatim Meninggal, Khofifah: Tak Perlu Panik Berlebihan

Pasien Korona Asal Jatim Meninggal

Opera Timur – SURABAYA – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, mengimbau masyarakat agar tetap tenang pasca-meninggalnya pasien positif terinfeksi virus korona di Solo, Jawa Tengah. Diketahui, pasien itu adalah warga Magetan, Jawa Timur.

Masyarakat tidak perlu panik berlebihan, namun tetap waspada. Dirinya terus memonitor perkembangan situasi virus korona khususnya di Jatim. Saat ini Pemprov Jatim terus berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Tengah dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Tetap waspada, tapi tidak perlu panik berlebihan. Kami terus memonitor perkembangan situasi virus korona khususnya di Jawa Timur,” ucap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Jumát, 13 Maret 2020.

[irp]

Menurut Khofifah, pemerintah masih menelusuri pasien yang meninggal di Solo tersebut masuk dalam klaster mana, termasuk riwayat perjalanan dan dengan siapa saja pasien tersebut berinteraksi.

Pemprov Jatim bersama Pemkab Magetan telah mengidentifikasi siapa-siapa yang yang memiliki kontak erat dengan pasien. Langkah opsi isolasi pun sudah dilakukan oleh rumah sakit rujukan sebagai langkah pencegahan.

[irp]

Infografis Virus Korona

“Jangan tunda jika mengalami gejala yang terindikasi virus korona (seperti demam, batuk). Kami menjamin seluruh pemeriksaan yang dilakukan tidak berbayar,” tegasnya.

Dia yakin cara paling efektif dalam pencegahan korona adalah dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan cara yang benar. [okzn]

Mahasiswa UB Dikabarkan Dalam Pengawasan Korona, Begini Kata Pihak Kampus

Opera Timur – MALANG – Beredar kabar seorang mahasiswa Universitas Brawijaya masuk kategori pasien dalam pengawasan virus korona (Covid-19) di media sosial sejak Jumat 13 Maret 2020. Pihak kampus pun angkat bicara.

Ketua Tim Satgas Covid-19 Universitas Brawijaya, Aukhri Yudha Nagara, membenarkan satu mahasiswa Jurusan Teknik Industri tengah dalam pantauan RSUD Saiful Anwar di ruang isolasi virus korona.

  • MUI, Menghimbau Untuk Membaca Doa Qunut Nazilah Saat Salat, Ini Doanya!
  • Virus Corona Merebak, Habib Luthfi Bagikan Ijazah Penangkal
  • Kisah Turiyan, Hidup Mandiri Meski Alami Lumpuh 47 Tahun Bermula Saat Kelas 2 SD

“Bahwa memang ada mahasiswa Fakultas Teknik sedang dalam pantauan tenaga medis di Saiful Anwar (RSUD Saiful Anwar),” ujar Aukhri Yudha, saat menggelar konferensi pers, Sabtu (14/3/2020).

Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan apakah mahasiswa itu positif Covid-19 atau tidak lantaran hasil tes laboratorium medis belum keluar. Namun, Aukhri menyebut, bila secara diagnosis medis awal tidak memenuhi kriteria Covid-19.

“(Hasilnya) masih belum bisa dipastikan apakah positif Covid-19 karena mahasiswa ini tidak memenuhi kriteria, yakni tidak berhubungan dengan orang positif Covid-19 maupun tidak bepergian ke area terjangkit,” tuturnya.

Fakultas Teknik Universitas Brawijaya sepi aktivitas. (Foto : Okezone.com/Avirista Midaada)

Aukhri juga membantah kabar yang beredar ayah dari mahasiswa ini disebutkan meninggal dunia akibat terjangkit virus korona.

  • Ibu di Tapsel Sumut Tega Pukul Kepala Bayinya Hingga Penyok
  • Jangan Biasakan Dirimu Mengeluh Tentang Hidupmu yang Sulit, Kamu Harus Sabar dan Tetap Tegar
  • Subhanallah, Viral: Polisi Jadi Imam Sholat Para Narapidana (Napi) Di Dalam Tahanan

“Memang ayah yang bersangkutan ini meninggal dunia karena sakit, tapi bukan Covid-19, negatif. Istrinya almarhum yang sempat merawat juga hasilnya negatif dan saat ini dalam kondisi sehat-sehat,” ujarnya.

Dari pantauan di lapangan pada hari Sabtu pagi sampai siang, tak ada kegiatan kemahasiswaan apapun di sejumlah gedung Fakultas Teknik, khususnya Teknik Industri. Hanya tampak beberapa mahasiswa yang terlihat di wilayah Fakultas Teknik.

Tersebarnya kabar tersebut tampaknya membuat pihak Fakultas Teknik (FT) menghentikan sementara kegiatan perkuliahan dan kemahasiswaan kampus lainnya sampai keluar hasil tes medis lebih lanjut. [okzn]