Seorang guru di Inggris menghina Islam, Dilarang Mengajar Seumur Hidup

Seorang guru di Inggris menghina Islam, Dilarang Mengajar Seumur Hidup

Opera Timur – Seorang guru sekolah dasar di Inggris, Philip Turner (52 tahun), dilarang mengajar seumur hidup setelah menghina agama Islam. Turner juga telah membuat serangkaian pernyataan yang tidak pantas selama mengajar di Sekolah Dasar Mary Elton di Clevedon, Somerset, Inggris.

Seperti dikutip dari Telegraph, Turner mengunggah komentar anti-Islam di Facebook-nya. Dia menyebut Islam sebagai agama yang keji dan sepertiga Islam adalah ‘kanker dunia’. Dia juga mengungkapkan pandangan ekstrem di depan siswanya.

[irp]

Misalnya, Turner mengatakan kepada siswanya di sekolah bahwa orang-orang dari etnis minoritas harus meninggalkan negara itu jika tidak senang dengan kebijakan domestik. Dalam insiden kelas lainnya, ia juga mengatakan bahwa semua orang Meksiko adalah penjahat atau buruk.

Atas berbagai pernyataannya itu, ia pun dilarang mengajar seumur hidup setelah dinyatakan bersalah pada persidangan di Coventry. Panel Badan Pengajaran menyatakan, apa yang diajarkan Turner itu dapat menimbulkan pandangan ekstrem bagi siswa, yang notabene sangat mudah terpengaruh.

[irp]

Panel berpendapat bahwa Turner harus bertanggung jawab terhadap semua unggahan di halaman Facebook-nya. Namun, Turner tidak menghapus materi yang menunjukkan kurangnya toleransi atau rasa hormat terhadap orang-orang dari agama atau bangsa lain.

“Turner gagal menunjukkan wawasan apa pun tentang tindakannya atau dampak yang bisa dilihatnya pada siswa. Dia tidak menunjukkan penyesalan selama proses berlangsung,” ujar Ketua Panel, John Armstrong.

Turner mulai bergabung di sekolah itu sejak 2010 sebagai guru baru yang berkualitas. Namun, beberapa unggahan yang muncul di halaman Facebook-nya dilaporkan oleh orang tua siswa pada September 2018. Ada juga yang hanya membagikan dan mengomentari unggahannya.

Turner telah dipecat dari Sekolah Dasar Mary Elton setelah sidang disipliner tahun lalu. Dia telah mengajukan banding terhadap hal itu, tetapi bandingnya ditolak. Sekarang, dia telah dilarang untuk mengajar seumur hidup setelah putusan Panel Badan Pengajaran.

Artikel ini sudah tayang di republika dengan judul:  Hina Islam, Guru di Inggris Dilarang Mengajar Seumur Hidup

Dunia Hadapi Pandemi Virus Corona, Ini Pesan Raja Salman

Dunia Hadapi Pandemi Virus Corona, Ini Pesan Raja Salman

Opera Timur – RIYADH – Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdulaziz al Saud, mengatakan bahwa Arab Saudi telah mengambil semua langkah pencegahan untuk memerangi wabah virus Corona. Namun, ia lantas berbicara lebih jauh tentang fase yang “lebih sulit” di tingkat global.

“Kerajaan terus mengambil semua tindakan pencegahan untuk menghadapi pandemi ini dan membatasi dampaknya,” kata Raja Salman dalam pidatonya.

“Kami hidup melalui fase yang sulit,” katanya, seraya menambahkan ia yakin bahwa fase ini akan berakhir seperti disitir dari Asharq Al-Awsat, Jumat (20/3/2020).

Namun dia menekankan bahwa fase yang akan datang akan lebih sulit di tingkat global untuk menghadapi penyebaran pandemi yang cepat ini.

Raja Salman mengatakan orang-orang telah menunjukkan kekuatan dalam menangani wabah virus Corona, dan meyakinkan mereka bahwa Kerajaan itu tertarik untuk menyediakan obat-obatan yang diperlukan, makanan, dan kebutuhan hidup bagi warga dan penduduk.

Ia menambahkan bahwa semua sektor pemerintah, yang dipimpin oleh Departemen Kesehatan, melakukan semua yang mereka bisa dan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan kesehatan mereka.

Raja Salman memuji entitas pemerintah dan profesional sektor kesehatan atas dedikasinya dalam memerangi virus Corona dan menyelamatkan nyawa.

Ia menyerukan lebih banyak solidaritas dan kolaborasi, dan untuk secara ketat mematuhi instruksi dan pedoman pihak berwenang untuk memerangi pandemi.

Hingga saat ini, virus Corona telah menginfeksi 242.017 orang di seluruh dunia. Sebanyak 9.991 orang meninggal dan 86.714 lainnya dinyatakan sembuh. [sindo]

Petaka Corona, PM Italia ke Rakyatnya: Gunakan Akal Sehatmu….

Petaka Corona, PM Italia ke Rakyatnya: Gunakan Akal Sehatmu....

Opera Timur – ROMA – Italia kini menjadi negara dengan korban tewas terbanyak di dunia akibat pandemi virus corona jenis baru, COVID-19. Jumlah kematian di negara Eropa ini menyalib jumlah korban meninggal di China.

Data hingga pagi ini (20/3/2020) menunjukkan jumlah korban meninggal di Italia mencapai 3.405 orang, melebihi korban meninggal di China sebanyak 3.245 orang.

Badan Perlindungan Sipil Italia melaporkan jumlah kasus infeksi COVID-19 di negara itu mencapai 41.035 orang, termasuk 5.322 kasus baru, dengan 4.440 pasien disembuhkan. Di China, jumlah kasus infeksi sebanyak 80.928 orang, tanpa kasus baru, dengan 70.420 pasien disembuhkan. (Baca: Korban Meninggal di Italia akibat Virus Corona Melebihi China)

Dengan petaka COVID-19 yang parah, Italia kini bersiap-siap untuk perpanjangan lockdown yang bisa menyebabkan guncangan penderitaan ekonomi terbesar sejak Perang Dunia II.

Jumlah kasus baru COVID-19 di negara Eropa tersebut belum mencapai puncaknya meskipun upaya terbaik telah dilakukan pemerintah.

Banyak truk tentara mengirim peti mati berisi jasad para korban meninggal ke sebuah pemakaman di kota Bergamo, utara Italia. Kota itu kini menjadi jantung global pandemi global COVID-19.

Pemakaman berlangsung 30 menit tanpa dihadiri banyak pelayat untuk menghindari penularan melalui kerumunan.

Kantor berita Italia,

ANSA, melaporkan kematian dua dokter lagi di sekitar kota Como, barat Bergamo, pada hari Kamis. Kematian dua dokter itu menjadikan jumlah tenaga medis yang meninggal menjadi 13 orang. (Baca juga: China Klaim Kasus Baru COVID-19 Impor dari Indonesia)

Perdana Menteri Giuseppe Conte yang meratapi pandemi virus corona baru ini dengan emosional mendesak rakyatnya untuk mematuhi pedoman lockdown untuk menghentikan penyebaran virus. “Gunakan akal sehatmu dan bertindaklah dengan sangat hati-hati,” kata Conte kepada masyarakat Italia.

“Kami tidak meremehkan apa pun dan selalu bertindak berdasarkan skenario terburuk,” katanya lagi.

Conte mendapat dukungan yang luar biasa dari orang-orang Italia atas kebijakan lockdown, meskipun lockdown yang berlangsung dianggap tidak seketat di Wuhan yang diberlakukan China.

Sebuah jajak pendapat yang diterbitkan dalam harian La Repubblica menemukan bahwa 47 persen orang Italia melihat penutupan sebagian besar bisnis, seluruh sekolah dan lembaga publik sebagai langkah positif.

Sebanyak 47 persen lainnya memandang langkah itu sangat positif dan hanya empat persen yang menentang langkah itu.

Beberapa tindakan ketat oleh PM Conte, seperti penutupan semua toko kecuali toko kelontong dan apotek, dijadwalkan berakhir Rabu pekan depan.

Pemimpin Italia itu bersikeras bahwa perpanjangan semua tindakan pencegahan ini tidak bisa dihindari. Dia mengatakan tidak ada pembatasan baru yang dipertimbangkan tetapi dia memperingatkan; “Jika larangan kita tidak dipatuhi, kita harus bertindak.” [sndo]

Puluhan Truk Tentara Italia Angkut Mayat Korban Corona untuk Dikremasi

Puluhan Truk Tentara Italia Angkut Mayat Korban Corona untuk Dikremasi
Opera Timur – ROMA – Sebuah foto memperlihatkan lusinan kendaraan militer Italia diturunkan untuk membawa korban virus Corona di seluruh negara itu di mana kamar mayar terlalu penuh untuk menampung jasad korban. Peti mati telah mengisi penuh kamar-kamar dua rumah sakit dan rumah duka pemakaman umum.

Dalam foto itu, truk-truk tersebut bergerak melalui kota Bergamo di wilayah Lombardy, salah satu wilayah yang paling parah terkena serangan virus COVID-19. Kota ini telah mencatat setidaknya 93 orang meninggal akibat virus Corona.

Media asing melaporkan bahwa sekitar 70 peti mati ditempatkan di 30 truk dan akan diangkut ke krematorium di sejumlah lokasi di Italia. Setelah mayat dikremasi, abunya akan dibawa kembali ke Bergamo.

“Kami mempersiapkan diri secara psikologis dengan melihat gambar-gambar Cina, tetapi tidak terpikirkan untuk membayangkan kehancuran seperti itu,” ujar Direktur Medis rumah sakit Chiari di Brescia dan Lombardy, Jean Pierre Ramponi.

“Sekarang dari 450 tempat tidur, 220 ditempati oleh orang-orang yang terpapar COVID-19,” imbuhnya.

“Situasi dengan kami, di pinggiran Brescia, sangat dramatis, kami tidak tahu ke mana harus membawa pasien, rumah sakit melakukan segalanya, tetapi di luar jumlah tertentu mereka tidak dapat membantu,” ia menambahkan.

“Ada antrian berjam-jam di depan rumah sakit,” ucapnya seperti dikutip dari Daily Star, Jumat (20/3/2020).

Walikota Bergamo, Giorgio Gori mengatakan, jumlah korban meninggal akibat virus Corona yang sebenarnya bisa lebih tinggi karena banyak orang dengan gejala COVID-19 telah meninggal sebelum dilakukan tes.

“Krematorium Bergamo, yang bekerja dengan kapasitas penuh, 24 jam sehari, dapat mengkremasi 25 orang mati,” seorang juru bicara otoritas setempat menjelaskan.

“Jelas bahwa (krematorium) itu tidak bisa bertahan dengan jumlah (korban) beberapa hari terakhir,” imbuhnya.

Jumlah korban meninggal akibat virus Corona di Italia melonjak 475 jiwa dalam sehari menjadi hampir 3.000, peningkatan terbesar sejak wabah menyerang negeri Pizza itu.

Italia adalah negara yang terkena dampak terburuk di dunia setelah China, tempat virus ini berasal tahun lalu. [sndo]

Malaysia Akan Kerahkan Tentara untuk “Paksa” Warga Patuhi Lock Down COVID-19

Malaysia Akan Kerahkan Tentara untuk "Paksa" Warga Patuhi Lock Down COVID-19

Opera Timur – KUALA LUMPURMalaysia mulai Minggu (22/3/2020) akan mengerahkan pasukan untuk membantu polisi dalam menegakkan perintah pembatasan pergerakan yang bertujuan mengekang penyebaran virus corona (COVID-19). Langkah itu diumumkan pemerintah pada Jumat (20/3/2020).

Diwartakan Reuters, pengumuman itu mengikuti pembatasan yang diberlakukan bagi perjalanan dan tempat usaha pada pekan ini setelah kasus infeksi Covid-19 melonjak menjadi 900, dan dua orang meninggal.

Mayoritas kasus telah dikaitkan dengan pertemuan 16.000 jamaah dalam sebuah acara keagamaan Muslim akhir bulan lalu.

Meski penguncian (lock down) telah diberlakukan pada Rabu (18/3/2020), masih banyak warga yang tidak mematuhinya dan tetap beraktivitas di luar rumah, bahkan dilaporkan ada yang melakukan perjalanan pulang kampung karena tidak perlu bekerja.

Perdana Menteri Muhyiddin Yassin telah memperingatkan bahwa pemerintah bisa saja memperpanjang lock down jika langkah itu gagal memberantas virus corona. [okzn]

Ini Cara Arab Saudi Bersihkan Masjidil Haram dan Ka’bah Untuk Mencegah Virus Corona

Masjidil haram

[irp]

Opera Timur -Pengurus Masjidil Haram di Arab Saudi melakukan perawatan ekstra di sekitar lingkungan masjid dan Ka’bah. Mereka meningkatkan sistem kebersihan guna mencegah penyebaran virus corona yang lebih luas.

Setiap bagian dari masjid seperti lantai, pilar, lampu gantung, atap dan gerbang dibersihkan dan disterilkan tiap harinya.

Tak hanya bangunan saja, namun juga perlengkapan ibadah juga dibersihkan. Termasuk kitab suci Al-quran juga dibersihkan.

Ini Cara Arab Saudi Bersihkan Masjidil Haram dan Ka'bah

Cairan pembersih tangan atau hand sanitizer juga dipasang di sejumlah sudut dan eskalator masjid.

“Ini untuk menjaga keamanan para jamaah dan pengunjung Masjidil Haram,” kata seseorang dalam video penjelasan yang diunggah oleh ReasahAlharmain, badan pemerintah Arab Saudi pengurus Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Senin (16/3/2020).

Selain itu, kain penutup Ka’bah juga dibersihkan dan disterilkan steiap harinya. Sajadah-sajadah masjid pun tak luput dari mesin pembersih.

Foto Suara.com

Semua proses pembersihan dan penyeterilan tersebut dilakukan oleh 330 staf, 10 pembersih lantai, 86 petugas sterilisasi dan 1800 liter produk pembersih yang ramah lingkungan.

Proses pembersihan lingkungan Masjidil Haram dilakukan di waktu antara salat Isya’ dan waktu salat Subuh.

Pemilihan waktu pembersihan ini disesuaikan dengan kebijakan pemerintah Arab Saudi yang melarang mjamaah untuk memasuki kawasan Masjidil Haram di waktu setelah isya’ hingga menjelang subuh.

Langkah ini diambil selain untuk menyeterilkan kawasan masjid, juga untuk mengurangi kerumunan di wilayah tersebut. [sr]

Presiden Nigeria diminta tak menutup masjid karena corona.

Presiden Nigeria diminta tak menutup masjid karena corona.

Opera Timur – Seorang cendikiawan muslim Nigeria, Dr Abubakr Imam Aliagan meminta Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari serta Dewan Kesultana dan otoritas muslim di negara itu untuk tidak mengeluarkan langkah menutup masjid-masjid di Nigeria karena wabah virus corona.

Abubakr Imam Aliagan adalah seorang Professor studi Islam dari Universitas Ilorin (Unilorin). Awalnya pada Rabu (18/3), Aliagan mengomentari penangguhan sholat berjamaah yang berlaku di Arab Saudi. Di mana pada Selasa (17/3) Saudi menghentikan pelaksanaan sholat lima waktu dan shalat Jumat di sejumlah masjid di negara itu kecuali dua Masjid suci di Mekah dan Madinah.

Setelah itu kepada salah satu media swasta Nigeria, Aliagan mengatakan bahwa pria muslim di Nigeria harus tetap diizinkan untuk melaksanakan shalat wajib di masjid. Bahkan Aliagan menyebut umat Islam telah diberkahi dengan sistem kekebalan alami melawan virus corona. Aliagan juga mengatakan pejabat kesehatan di engara itu harus menyarankan orang-orang untuk mencuci tangan seperti yang dilakukan seorang muslim yakni berwudhu lima kali sehari sebelum melaksanakan shalat wajib.

“Sekali lagi, saudari-saudari kita selalu dihiasi hijab, beberapa bahkan menggunakan niqab dan sarung tangan. Jadi kita umat Islam sudah memiliki sistem kekebalan yang kuat terhadap virus corona. Artinya kami tak memiliki masalah,” kata Aliagan seperti dilansir Daily Post (19/3).

“Bahkan di Prancis saya mengetahui bahwa mereka yang sepenuhnya bebas dari terpapar virus corona adalah wanita dan wanita muslim yang menutupi wajah mereka, menggunakan sarung tangan dan tidak berjabat tangan dengan orang-orang,” tambah Aliagan.

Aliagan yang juga seorang imam masjid Jumat mengatakan bahwa tindakan Pemerintah Saudi sejalan dengan ajaran Islam tentang mencegah penyebaran epidemi di darah mana pun. Aligan menjelaskan secara khsusus Nabi menyebutkan bahwa jika ada epidemi di lokasi tertentu, orang tidak boleh mendekati daerah atau tempat bahaya itu.

“Sementara orang-orang yang tinggal di sana tidak boleh keluar sampai epidemi hilang. Nabi, dengan implikasi mengatakan kita harus menghindari penyebaran epidemi dengan langkah pencegahan yang diperlukan. ”

Aliagan berpendapat bahwa arahan pemerintah Saudi hanya ditujukan untuk mencegah penyebaran dari penyakit tersebut. Namun demikian menurutnya hal itu tak perlu diikuti oleh Nigeria.

“Saya tidak berpikir umat Islam dan otoritas di Nigeria harus mengikuti garis Arab Saudi dengan melarang sholat berjamaah di masjid-masjid. Situasi di negara kita sangat berbeda dari dunia Arab atau bahkan di beberapa negara barat. Ketakutan dengan mudah merusak sistem kekebalan tubuh dan tubuh mereka. Namun, saya masih mengatakan bahwa kita harus mengikuti apa yang dinasihatkan Nabi. Yaitu kita seharusnya tidak menerima epidemi atau penyakit pembunuh apa pun begitu saja. Kita harus mengambil semua tindakan pencegahan yang diperlukan. Setiap saran dari pejabat kesehatan harus sangat dipatuhi dan dipatuhi,” kata Aliagan.

Artikel ini sudah tayang di republika.co.id dengan judul : Cendekiawan Nigeria Minta Masjid tak Ditutup Karena Corona

Corona Mewabah, Media-media di Prancis Puji Syariat Islam

media media asing puji syariat islam,

Opera Timur – Di tengah merebaknya virus Corona, media-media di Prancis memuji syariat Islam karena dinilai bermanfaat untuk menghindari dan mengantipasi penyakit menular seperti Corona. Pujian dari media-media Prancis ini pun mendapat apresiasi dari kalangan dai dan umat Islam.

[irp]

Presiden Nusantara Foundation yang juga Pendiri Pesantren Nur Inka Nusantara Madani USA, Ustaz Shamsi Ali mengabarkan bahwa media-media Prancis memuji syariat Islam di tengah mewabahnya virus Corona saat ini.

[irp]

“Koran-koran di Perancis mengatakan bahwa yang paling selamat dari Corona adalah wanita-wanita muslim yang berhijab karena mereka tertutup wajah, badan. Tidak bersalaman dengan org asing, tidak berciuman, dan tidak saling berpelukan,” kata Ustaz Shamsi Ali melalui akun IG-nya @imamshamsiali, kemarin.

[irp]

Adapun syariat Islam yang dimaksud seperti manfaat berwudhu. Selain itu larangan bagi wanita-wanita muslimah untuk tidak berjabat tangan (bersalaman) dengan lawan jenis, apalagi cipika-cipiki. Banyak yang mengapresiasi indahnya ajaran Islam bagi wanita untuk berjilbab maupun bercadar.

[irp]

Kemudian, larangan mengonsumsi hewan seperti babi, kucing, anjing, ular, tikus dan lainnya. Semua ajaran Islam tersebut tentu untuk kebaikan hidup manusia.

Pujian media di Prancis ini juga menuai beragam respons dari kalangan netizen. Seperti akun @oyovimiemi memberi tanggapan: “Masyaallah… Allahu Akbar

[irp]

Akun lain @novierubby menulis: “Allah ingin menunjukan kebesaranNYA. MashaAllah”. Kemudian @kimoracitra menanggapi: “Allah Maha Benar dengan segala Firmannya, Allahu Akbar… Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT.. Aamiin Allahumma Aamiin”

[irp]

Ada juga akun bernama @riza_after41 menuliskan: “Betul kalo dengan lawan jenis enggak. Tapi kalo sesama wanita/pria ya cipika cipiki lah. Belom lagi cium tangan yg lebih tua. Orang prancis ga ngerti bahwa orang muslim itu akrab satu sama lain. Makanya tetap cuci tangan dan jangan sentuh muka.”

[irp]

Sementara di akun Twitter Shamsi Ali @ShamsiAli2 juga mendapat respons dari netizen. Seperti akun Twitter @safirasafifra membalas tweet Shamsi Ali: “Baru mereka faham betapa tingginya dan mulianya ajaran Islam. Mulai dari berwudhu, pakai hijab, menutup aurat, tidak bersalaman dengan yang bukan muhrimnya. SUBHANALLAH.”

[irp]

Akun @ElyaDeswita76 menulis: “Untuk keluar pintu rmh aja kami wanita muslimah harus pke baju panjang jilbab panjang dan kaos kaki itu hanya sekedar ke teras buat nyapu2 teras itulah indah nya islam melindung kami muslimah dr bahaya apapun”

“Insyaallah wanita2 muslimah suci2 dan steril dari paparan virus” tulis @AsepKam42597447. [snd]

China menyebut pernyataan Trump rasis.

Trump marah

Opera TimurChina marah menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut virus Corona covid-19 sebagai virus “China”.

Juru bicara kementerian luar negeri China, Selasa (17/3), memperingatkan bahwa AS harus mengurus urusannya sendiri sebelum menstigmatisasi China.

“Kami mendesak AS untuk memperbaiki kesalahannya dan menghentikan tuduhannya yang tidak berdasar terhadap China,” kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang.

Seperti diketahui kasus pertama Covid-19 dimulai dari Kota Wuhan di China pada akhir 2019. Namun, pekan lalu juru bicara kementerian luar negeri China menyebutkan adanya teori konspirasi, dengan menuduh Angkatan Darat AS telah membawa virus ke wilayah tersebut.

Tuduhan tidak berdasar itu menyebabkan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menuntut China untuk berhenti menyebarkan informasi yang salah saat berusaha mengalihkan kesalahan atas wabah tersebut.

Sejauh ini, lebih dari 170 ribu kasus telah dicatat di seluruh dunia, dengan lebih dari 80 ribu kasus di China. Namun, pada Selasa (17/3), Beijing mengatakan telah mencatat hanya satu kasus baru yang dikonfirmasi di China dengan semua kasus baru lainnya berasal dari luar (imported cases).

Presiden AS Donald Trump mencicit pada Senin (16/3) yang menggambarkan virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19 sebagai ‘virus China’.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan agar tidak menghubungkan virus ke area atau kelompok tertentu, karena risiko stigmatisasi.

Namun, sejumlah pejabat pemerintah AS tetap menyebutnya sebagai virus China. Sementara itu, Pompeo berulang kali merujuk pada ‘virus Wuhan’.

Kantor berita resmi China, Xinhua, mengatakan apa yang dikatakan Trump merupakan rasis dan xenofobia. Xinhua juga menyebut ketidak bertanggung jawaban dan ketidakmampuan para politisi atas tudingan AS tersebut. Hal ini berisiko meningkatkan kekhawatiran terhadap virus.

Kritik juga dari Wali Kota New York Bill de Blasio yang mengatakan frasa tersebut berisiko memicu lebih banyak fanatisme terhadap orang Asia-Amerika.

Artikel ini sudah tayang di republika.co.id dengan judul : Trump Sebut Corona Sebagai Virus China, Beijing Marah Besar

Arab Saudi, menangguhkan penerbangan internasional Selama Dua Minggu Dimulai Dari hari Minggu 15 Maret,

Arab Saudi menangguhkan penerbangan internasional Selama Dua Minggu

Opera TimurRIYADH: Arab Saudi akan menangguhkan penerbangan internasional selama dua minggu dari hari Minggu untuk memperlambat penyebaran virus corona, Kementerian Dalam Negeri mengumumkan pada hari Sabtu.

Pada hari Sabtu, 17 kasus baru infeksi COVID-19 dilaporkan di Kerajaan, sehingga total menjadi 103 dari 86 pada hari Jumat.

Penangguhan akan dimulai pukul 11 ​​siang pada hari Minggu, 15 Maret kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Saudi Press Agency.

Beberapa penerbangan hanya akan diizinkan dalam “kasus luar biasa” selama periode dua minggu, kata kementerian itu.

Bagi penduduk yang tidak dapat kembali selama periode ini, itu akan dianggap sebagai hari libur resmi.

Pengaturan yang diperlukan akan dibuat mengenai prosedur kesehatan seperti pemeriksaan dan isolasi sesuai dengan tindakan pencegahan yang disetujui untuk semua kedatangan.

Arab Saudi menangguhkan penerbangan internasional Selama Dua Minggu

Kementerian Kesehatan, bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri, Otoritas Penerbangan Sipil dan pihak-pihak terkait lainnya, akan mengatur kedatangan warga yang ingin kembali, dan prosedur terkait akan segera diumumkan, pernyataan itu menambahkan.

Awal pekan ini, seluruh Uni Eropa dan 12 negara lain di Asia dan Afrika ditambahkan ke daftar negara tempat perjalanan ke dan dari Kerajaan ditangguhkan.

Sementara itu, Kementerian Olahraga Arab Saudi mengumumkan penangguhan semua kegiatan dan kompetisi olahraga di Kerajaan pada hari Sabtu.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kementerian mengatakan bahwa pusat olahraga swasta dan pusat kebugaran juga akan tutup pada hari Minggu.[arabnews]