Apa Beda Margin Call Broker Dan Stop Out?
Apa Beda Margin Call Broker Dan Stop Out?

Apa Beda Margin Call Broker Dan Stop Out?

74 View

Operatimur.com – Saat ini, istilah MC atau margin call level broker sering dikaitkan dengan menipisnya dana seseorang yang baru-baru ini menderita kerugian besar pada perdagangannya. Istilah ini cukup populer di kalangan komunitas Trader Indonesia yang aktif di jejaring sosial maupun di dunia nyata.

Tidak seperti broker Margin call, banyak pedagang bahkan tidak tahu istilah Stop out. Istilah yang jarang digunakan ini tidak kalah pentingnya dengan margin call. Jika Anda pernah mengalami kerugian besar dalam perdagangan anda, yang ditandai dengan tiba-tiba kehilangan posisi dan diikuti oleh dana yang hilang juga, itu disebut Stop Out.

Ya, apa yang Anda pikirkan disebut margin call broker sebenarnya adalah berhenti. Kebanyakan pedagang berpikir bahwa jika dana habis dan broker menutup posisi, apa yang mereka alami adalah margin call. Padahal sebenarnya tidak!

Apa Itu Broker Margin Call?

Margin call broker adalah sistem peringatan kepada broker jika modalnya tidak cukup margin yang dibutuhkan untuk memegang posisi tersebut. Stop Out adalah penutupan paksa posisi trading, karena dana modal telah habis dan tidak memenuhi margin yang dibutuhkan untuk menahan posisi tersebut. Oleh karena itu, penutupan paksa yang Anda alami tidak disebut margin Call dari broker, tetapi Stop Out.

Margin call dan broker stop sebenarnya muncul dari minat banyak orang untuk berpartisipasi langsung dalam perdagangan pasar keuangan. Untuk melakukan operasi ini, diperlukan modal yang besar karena basis transaksi minimum mencapai ribuan bahkan ratusan ribu dolar AS dalam setiap transaksi. Broker atau broker mengelolanya dengan margin trading.

Margin trading adalah solusi yang diberikan oleh broker sehingga investor dengan sedikit modal tetap dapat berpartisipasi dan memanfaatkan pasar keuangan. Margin itu sendiri adalah uang jaminan yang kami sediakan untuk mempertahankan posisi kami.

Secara umum, untuk pembelian 1 lot pada pasangan EUR / USD, diperlukan jaminan 10.000 hingga 100.000 USD. Dari sinilah istilah leverage berasal, atau leverage untuk investor dengan modal kecil. Penjelasan dan contoh penggunaan leverage dan margin dapat dibaca pada artikel di sini.

Lantas bagaimana cara mengetahui nilai Margin Call broker dan Stop Out? Nilai-nilai ini sebenarnya ditetapkan oleh semua broker yang Anda gunakan dalam perdagangan forex. Ada beberapa nilai broker margin call. Nilai ini dapat dilihat di halaman SPESIFIKASI akun di situs web broker.

Contoh Broker Margin Call

Dalam prakteknya, ada beberapa broker yang beroperasi hanya dengan margin call, serta dengan spesifikasi khusus untuk stop out broker dan Margin Call.

Misalnya, jika pada halaman SPESIFIKASI akun hanya Level Margin Call broker yang 100% tanpa menyebutkan level Stop Out, ini dapat berarti bahwa level Margin Call broker = level Stop Out = 100% dari margin yang diperlukan untuk memegang posisi.

Oleh karena itu, ketika nilai modal akun sama dengan atau kurang dari yang diperlukan untuk memegang posisi, peringatan margin call broker akan muncul dan posisi terbuka akan ditutup secara otomatis. Untuk memudahkan pemahaman penjelasan diatas dapat dituliskan sebagai berikut:

Ibukota Budi saat ini 100 USD. Jika Bob menderita kerugian untuk meninggalkan modal yang sama dengan margin yang diperlukan, yaitu 33,75 USD, ia akan menerima margin call dari broker dan secara bersamaan berhenti, hanya menyisakan 33,75 USD di Akun Perdagangannya.

Selain itu, ada juga broker yang memberikan spesifikasi khusus untuk nilai Margin Call Dan Stop Out. Misalnya, jika Level Margin Call broker diatur ke 100% dan berhenti di 20% dari margin yang diperlukan, ketika posisi kehilangan sampai modal meninggalkan nilai yang sama dengan margin yang diperlukan, peringatan Margin Call broker akan muncul di terminal perdagangan.

Munculnya margin call dari broker ini tentu tidak akan memicu penutupan posisi yang kalah. Penutupan posisi hanya akan terjadi setelah modal akun hanya menyisakan 20% dari margin yang diperlukan untuk mempertahankan posisi. Untuk memudahkan pemahaman, penjelasan panjang di atas dapat ditulis sebagai berikut:

  • Broker margin call terjadi jika modal akun = margin yang dibutuhkan x 100%
  • Stop Out terjadi jika modal akun = margin yang diperlukan x 20%

Misalnya, Anda ingin membeli 0,1 lot EUR / USD (10.000 unit dasar) di 1,3500 dengan leverage 1:400. Oleh karena itu, margin yang dibutuhkan untuk dapat menahan posisi adalah 33,75 USD. Ibukota Budi saat ini 100 USD. Jika Budi kehilangan posisinya, maka Budi akan terkena margin call broker jika :

Leave a Reply

Your email address will not be published.